Psikiater: Anak-anak Suka Meniru Adegan Smack Down
Kamis, 23 Nov 2006 16:43 WIB
Bandung - Usia anak hingga remaja masuk dalam fase imitasi. Tidak peduli itu baik atau buruk, seringkali mereka sangat senang dan mudah untuk meniru apa pun yang mereka dengar dan lihat, termasuk adegan Smack Down. Demikian disampaikan Doktor Psikiater RS Hasan Sadikin Bandung, Teddy Hidayat, Kamis (23/11/2006). Apalagi, kata dia, jika semua hal yang mereka lihat atau dengar adalah sesuatu yang mereka dambakan, seperti menjadi orang terkuat. "Dalam tayangan Smack Down, badannya kan gede-gede, gagah pemberani, membuat mereka ingin jadi jagoan juga. Permainan menyenangkan seperti menendang, memukul, cenderung diulang apalagi itu bisa meningkatkan harga diri mereka," ujarnya.Namun sayangnya, lanjut dia, anak-anak belum bisa tegas membedakan hal yang baik dan buruk, bahaya atau tidak, karena hampir sepenuhnya dipengaruhi oleh perasaan. "Perasaan yang timbul juga belum diimbangi oleh super ego yang belum bagus," kata dia. Oleh sebab itu, anak-anak tidak bisa disalahkan dalam hal ini termasuk anak-anak yang diduga menjadi pelaku Smack Down terhadap Reza Ikhsan Fadillah (9), siswa kelas III SD Cingcin I Katapang Kab. Bandung, yang diduga meninggal akibat tindak kekerasan temannya yang meniru tayangan "Smack Down"."Bagaimanapun yang salah adalah lingkungan yang membentuk mereka seperti itu, mulai dari didikan orang tua, pemerintah dan juga pengelola televisi. Harusnya sebelum menayangkan harus tahu dulu dampaknya. Siapa bilang jam 10 anak-anak sudah tidur. Mereka cenderung akan terus menonton acara yang mereka suka, apalagi tidak ada larangan dari orang tua," katanya. Teddy mendesak pemerintah bersikap tegas dan meminta stasiun teleivisi untuk menghentikan tayangan gulat Smack Down untuk menghindari akibat yang lebih buruk lagi. Dia mengingatkan televisi punya tanggung jawab moral dan sosial untuk mendidik generasi Indonesia yang lebih baik. "Jangan hanya dilihat dari rating tinggi, tapi nanti kita punya generasi yang suka kekerasan," tandas dia.
(ern/asy)











































