Lapindo & BP Migas Harus Tanggung Jawab Ledakan Pipa Gas
Kamis, 23 Nov 2006 11:03 WIB
Jakarta - Lapindo Brantas Inc dan BP Migas diminta bertanggung jawab atas terjadinya ledakan pipa gas di Sidoarjo, Jawa Timur yang menewaskan 7 orang, termasuk anggota TNI. Sebab ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh munculnya semburan lumpur Lapindo."Lapindo harus bertanggung jawab itu. BP Migas juga, karena diduga ledakan itu akibat semburan lumpur," kata Ketua Tim Pemantau Lumpur Lapindo Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR Aryo Wijanarko saat ditemui detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/11/2006).Menurut anggota DPR dari daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo ini, selain memberikan ganti rugi kepada korban, Lapindo harus membuat contingency plan terhadap antisipasi kemungkinan meledaknya kembali pipa gas di sekitar Sidoarjo, karena diduga ledakan itu akibat longgarnya tanah."Harus ada ganti rugi kepada keluarga korban. Kalau perlu kepada mereka yang meninggal dalam tugas (seperti anggota TNI) harus ada penghargaan dari Panglima TNI," imbuhnya.Dia juga meminta kepada Pertamina untuk segera mengumumkan kepada publik, lokasi mana saja yang dilewati pipa gas. Hal itu penting untuk mengantisipasi kejadian serupa. "Agar warga lebih hati-hati, Pertamina harus memberitahu wilayah mana yang dilewati pipa itu," tandasnya.Aryo menyoroti kelambanan Timnas Penanggulangan Lumpur Lapindo dalam mengatasi kemungkinan kejadian ini. Sebab tugas merekalah untuk menutup sumber kebocoran lumpur serta dampak lainnya. "Timnas ini lamban sekali. Padahal seharusnya mereka sudah bisa mengantisipasi," pungkasnya.
(san/sss)











































