Danlanud Bantah Panglima Soal Bahan Peledak di Hawk Nyungsep

Danlanud Bantah Panglima Soal Bahan Peledak di Hawk Nyungsep

- detikNews
Rabu, 22 Nov 2006 14:55 WIB
Pekanbaru - Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto mengklaim pesawat tempur Hawk 200 membawa bahan peledak sehingga wartawan ataupun warga dilarang merapat. Tapi Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Pekanbaru Kolonel Penerbang Bonar Hutagaol membantah pernyataan tersebut.Pesawat naas buatan Inggris yang nyungsep di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru itu dipastikan Bonar tidak membawa senjata, apalagi bahan peledak.Menurutnya, kemarin pagi ada dua pesawat tempur TNI AU yang melakukan simulasi perang. Dalam latihan itu ada dua pesawat, yakni pesawat dengan nomor TT 0207 yang diterbangkan Mayor Muhamad Dadang, dan pesawat tempur yang sama dengan nomor TT 0210 yang dipiloti Lettu Fardinal."Nah, yang tergelincir di ujung landasan itu dipiloti Mayor Dadang," kata Bonar saat dihubungi detikcom, Rabu (22/11/2006) di Pekanbaru.Latihan rutin pagi kemarin, katanya, kedua pesawat ini bersimulasi saling menyerang. Tapi dipastikan kedua pesawat ini tidak membawa peluru, apalagi bahan peledak. Jika dalam latihan membawa peluru atau senjata dan bahan peledak, lanjut Bonar, pesawat tempur ini dilarang mengudara di atas pemukiman penduduk."Kalau lahihan perang membawa persenjataan, kita tidak akan mengitari atas perumahan penduduk. Karena kalau itu dilakukan bisa berbahaya," kata Bonar.Karena tidak membawa persenjataan, kata Bonar, latihan mengudara kemarin dilakukan di sekitar atas peruhaman penduduk."Latihan perang kemarin sama sekali tidak dibekali peluru, apalagi bahan peledak. Makanya kemarin itu dua pesawat ini mengudara di sekitar perumahan penduduk. Jadi kami pastikan tidak ada bahan peladak di pesawat yang tegelincir itu," kata Bonar.Dengan kondisi pesawat tanpa bahan peledak itu, katanya, sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan terjadi ledakan di pesawat tersebut. "Saat pesawat tegelincir, paling yang membahayakan menimpa saja, kalau meledak rasanya tidak mungkin. Karena pesawat itu tidak membawa bahan peledak kok," kata Bonar.Sebelumnya Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Wilayah I Marsekal Muda Gandjar Wiranegara yang langsung turun ke lokasi kejadian kemarin kepada wartawan menyebutkan, dalam latihan tempur tersebut, kedua pesawat tidak dibekali persenjataan atau bahan peledak."Dalam simulasi itu, ibarat dalam pencak silat, kedua pesawat saling memukul, tapi tidak menggunakan persenjataan. Tidak ada bahan peledaknya," kata Gandjar. (cha/sss)


Berita Terkait