Gara-Gara Bush, Abang Becak di Bogor Kena 'Kanker'

Gara-Gara Bush, Abang Becak di Bogor Kena 'Kanker'

- detikNews
Senin, 20 Nov 2006 11:40 WIB
Bogor - Becak Bu...! Becak Pak...!Tawaran itu dilontarkan tukang becak kepada setiap penumpang yang tiba di Stasiun Bogor. Mereka terpaksa gigit jari karena sepinya penumpang KRL akibat kedatangan Presiden AS George W Bush. Penghasilan pun berkurang alias kantong kering (kanker).Wajah lelah dan guratan kekecewaan terpancar dari tukang becak yang mangkal di pintu utama di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (20/11/2006).Sebab akibat kedatangan Bush, penumpang KRL dialihkan lewat pintu bagian barat. Penumpang kebanyakan lebih memilih naik angkot atau pun berjalan kaki.Sedangkan di pintu utama, hanya ada 5 tukang becak yang mangkal dengan jarak masing-masing sekitar 2 meter. Angkot dan ojek tampak 'bersih'. Hanya aparat keamanan bertebaran di sepanjang Stasiun Bogor. Padahal hari biasa, belasan tukang becak mangkal mencari rezeki. Namun kini, banyak tukang becak yang memilih mengandangkan kendaraan roda tiganya."Sejak pagi hingga pukul 11.10 WIB, tidak ada penumpang sepi. Padahal penghasilan saya dari becak ini saja. Polisi bilang kita tidak bisa lewat jalan sana. Habis ditutup semua sih," kata Jahar (45), salah seorang tukang becak.Jahar mengaku biasanya setiap harinya dapat mengantongi Rp 20 ribu. "Gara-gara Bush penghasilan kita tidak ada. Boro-boro bisa beli rokok," keluhnya.Keluhan yang sama juga disampaikan Zainuddin (50). "Saya baru dapat satu penumpang sampai sekarang. Itu pun kenalan, nih lihat baru dapat Rp 3.000," kata Zainuddin sambil menunjukkan uang yang diperolehnya."Teman-teman lain banyak yang memilih tidak narik karena sepinya penumpang," lanjut pria yang biasa berpenghasilan Rp 10-20 ribu per harinya. (aan/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads