Isu SARA Merebak, HMI Makassar Minta Klarifikasi Kapolwil
Sabtu, 18 Nov 2006 00:02 WIB
Makassar -
Kota Makassar kembali diguncang isu SARA. Kali ini beredar kabar seorang pembantu diperkosa majikannya dari etnis keturunan. Ingin mengklarifikasi isu tersebut, 30 mahasiswa dari HMI Makassar mendatangi Markas Polwiltabes Makassar.Dengan mengendarai motor, rombongan mahasiswa tiba di Mapolwiltabes Makassar di Jl Ahmad Yani Makassar pukul 23.00 Wita, Jumat (17/11/2003). Mereka sempat berorasi kurang lebih 10 menit sebelum di terima Kapolwiltabes Makassar Kombes Nurman Tahir."Kami ingin mengklarifikasi isu tersebut apakah benar atau tidak?" ujar seorang mahasiswa.Nurman kemudian menjelaskan memang benar Polwiltabes menerima laporan dari seorang pembantu rumah tangga bernama Riska yang beralamat di Jl Mappanyukki Makassar."Dia mengaku diperkosa oleh majikannya yang bernama David Wiliam," jelas Nurman.Namun untuk membuktikan laporan tersebut, Polwiltabes mendatangkan dokter untuk melakukan visum terhadap Riska. "Saat ini David sudah kami mintai keterangan namun dia membantah melakukan pemerkosaan," imbuh Nurman.Berdasarkan laporan Riska, lanjut Nurman, pada Rabu 15 November lalu, dia mengalami sakit. Oleh David Riska diberi obat. Setelah minum obat tersebut tanpa sadar Riska tertidur. Saat bangun Riska sudah berada di kamar salah seorang anak David.Hingga pukul 12.00 Wita dialog masih berlangsung. Sebelumnya, sejak sore isu SARA ini merebak di Kota Makassar. Kabar pemerkosaan ini berhembus di kalangan warga yang tinggal di Jl Mappanyukki. Dari pantauan detikcom Jumat sore, sejumlah warga tampak bergerombol di jalan tersebut.Sekadar catatan, Isu SARA berkaitan dengan pemerkosaan ini merupakan kejadian yang ketiga kalinya pada tahun 2006 di Kota Makassar. 2 Kejadian sebelumnya memang terbukti bahwa sang majikan dari etnis keturunan. Sedangkan 2 korban secara kebetulan berasal dari salah satu suku yang sama di Makassar.
(bal/bal)










































