Tim DPR ke Kanada & Australia, Lagi-lagi Studi Banding
Jumat, 17 Nov 2006 13:45 WIB
Jakarta - Lagi-lagi dengan alasan peningkatan kinerja DPR, sejumlah anggota DPR akan berkunjung ke luar negeri. Kali ini kunjungan dilakukan oleh Tim Kajian Peningkatan Kinerja DPR ke Kanada dan Australia.Perihal rencana kunjungan tersebut diungkapkan Ketua Tim Zaenal Maarif yang didampingi Wakil Ketua Tim Eva Kusuma Sundari dan anggota tim Lukman Hakim Saifuddin serta Darul Siska dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jumat (17/11/2006).Jumpa pers untuk mengabarkan kepergian ke luar negeri seperti ini jarang dilakukan. Selama ini anggota DPR ke luar negeri cenderung diam-diam. Tapi rombongan Zaenal Maarif kali ini tidak ingin mendapat sorotan negatif sehingga memilih mengabarkannya lebih dulu. "Kita merasa perlu untuk studi banding, karena kita sudah cukup tahu perutnya DPR sehingga diperlukan penambahan informasi," kata Zaenal.Rombongan ke Kanada dijadwalkan berangkat pada 19-26 November 2006. Rombongan dipimpin oleh Ketua Tim Zaenal Ma'arif dengan anggota Darul Siska (FPG), Lukman Hakim Saifuddin (FPPP), Ignatius Mulyono (FPD), Syaifullah Maksum (FK), Afni Achmad (FPAN), Mustafa Kamal (FPKS), M Nizar Dahlan (FBPD), Lalu Gede Syamsul Mujahidin (FPBR), dan John M Toisutta (FPDS). Mereka didampingi 2 pegawai Setjen DPR, yaitu Nunu Nugraha dan Putri Hikmawati.Sementara rombongan yang berkunjung ke Australia dipimpin oleh Eva Kusuma Sundari (FPDIP), Alvin Lie (FPAN), Yahya Zaini (FPG), Anwar Sanusi (FPPP), Sofyan Ali (FBPD), Mufid A Busyairi (FKB), Anton Masyhur (FBPD), Tiurlan Hutagaol (FPDS). Mereka juga didampingi 2 staf Setjen DPR yaitu Amir Syarifuddin Manaf dan Hernadi.Rombongan yang berkunjung ke Australia ini akan berangkat tanggal 26-30 November 2006.Sementara itu, untuk yang ke Kanada 1 orang tidak ikut karena harus memimpin pansus, yaitu Zainal Arifin dari FPDIP. Selain itu yang batal ke Australia yaitu Zubeir Syafawi (FPKS) dan Diah Devawati Ande (FPBR).Uang SakuMengenai anggaran, masing-masing orang yang ke Kanada akan mendapatkan uang saku sebesar US$ 280 per hari. Khusus Zaenal Ma'arif mendapat US$ 330 per hari. Untuk yang ke Australia mendapat US$ 220 per hari.Uang saku tersebut di luar ongkos tiket dan akomodasi penginapan di tempat tujuan.Rombongan yang berkunjung ke Kanada direncanakan bertemu dengan Ketua Senat Kanada. Sementara yang ke Australia akan melakukan tur parlemen. Di kedua negara itu mereka juga akan bertemu dengan masyarakat dan mahasiswa di Australia.Menurut Lukman Hakim Syaifuddin, kunjungan ini penting karena Kanada merupakan model negara yang pernah berhasil melakukan reformasi internal parlemennya.Eva Kusuma Sundari juga menjelaskan, kunjungan ke Australia juga dirasa penting karena Australia memiliki sistem dan struktur yang sama dengan parlemen Indonesia."Namun parlemen sana lebih profesional," tandasnya.
(fjr/nrl)











































