Habibie Nasihati Ketum PAN

Habibie Nasihati Ketum PAN

- detikNews
Kamis, 16 Nov 2006 16:21 WIB
Jakarta - Safari Syawal Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir (SB) dengan sowan ke mantan presiden dan wakil presiden masih berlanjut. Setelah mengunjungi mantan Wapres Hamzah Haz, kali ini giliran presiden ketiga RI BJ Habibie yang disambangi.SB mendatangi kediaman Habibie di Jl Patra Kuningan XIII No 1, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2006) pukul 13.00 WIB. Dalam pertemuan yang berlangsung 1,5 jam itu, Habibie memberikan nasihat agar SB menjadi pemimpin yang lebih baik dari pemimpin sebelumnya."Sebagai orang tua tentu saya memberikan nasihat yang harapan saya bahwa yang lebih muda itu harus menjadi lebih baik dari orang tua," ujar Habibie usai pertemuan.Kalau kita ingin menilai suksesnya seorang pemimpin dalam bidang apapun, urai Habibie, kita harus melihat dulu apakah yang dia pimpin itu lebih baik atau lebih jelek dari dirinya."Kalau sama seperti dirinya atau lebih jelek itu gagal, tapi kalau lebih baik, maka si pemimpin itu dianggap menguntungkan masyarakat," jelasnya.Selain memberi nasehat, dalam pertemuan tersebut keduanya membahas persoalan sistem politik dan kemiskinan. Habibie menyoroti para pemimpin dan wakil rakyat yang hanya memberikan janji-janji kosong belaka."Rakyat tinggal nilai saja. Kalau sudah 5 tahun, itu hanya janji saja atau sudah dilaksanakan. Kalau dia menepati janjinya, ya dipilih lagi," ucap pria yang mengarsiteki IPTN yang kini menjadi PT DI ini.Habibie juga menyatakan ketidaksepakatannya mengenai dikotomi antara partai oposisi dan juga partai pendukung pemerintah. Habibie menyatakan tidak benar kalau ada orang berpendapat ada partai pemeritah atau partai oposisi."Tidak benar kalau orang berpendapat kita tidak pilih apa kita partai pemerintah apa partai oposisi, nggak ada itu. Hanya ada partai yang memperjuangkan kepentingan rakyat. Karena itu kita plih," papar dia.Mengenai kemiskinan, Habibie menyatakan dirinya tidak ingin terjebak dalam angka-angka atau persentase. Kenyataannya, lanjut dia, dalam masyarakat cukup banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan."Kita harus mengetahui miskin itu ada yang betul-betul miskin, hampir miskin, dan yang tidak miskin. Nah, yang hampir miskin itu jumlahnya lebih besar. Kalau naik harga BBM, dia bisa kepeleset jatuh miskin," urainya.Habibie mengklasifikasikan miskin ke dalam beberapa kategori, pertama, miskin pendidikan, yakni orang yang tidak mendapat akses menikmati pendidikan. Kedua, miskin kesehatan, yaitu orang yang tidak mampu untuk hidup sehat. Ketiga, miskin pakaian, yaitu orang yang sulit berpakaian layak. Keempat, miskin papan, yaitu mereka yang tidak punya rumah tinggal.Namun yang paling parah, menurut Habibie, adalah kemiskinan perut, yaitu mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-harinya."Di Aceh ada tsunami yang menghantam seluruh masyarakat tanpa pandang bulu. Di Yogya ada gempa dan semua hancur. Jangan sampai nanti terjadi tsunami sosial," harapnya. (fjr/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads