Walikota Bogor: Sopir Angkot dan PKL Tidak Dapat Kompensasi
Kamis, 16 Nov 2006 14:22 WIB
Bogor -
Sopir angkot dan pedagang kaki lima (PKL) yang 'tergusur' akibat kedatangan Presiden George W Bush terpaksa gigit jari. Sebab tidak ada anggaran untuk kompensasi dari pemerintah Kota Bogor."Kompensasi sampai sekarang belum ada, belum terpikirkan. Sebab, itu anggaran ada judulnya. Kalau tiba-tiba kita ajukan, nanti ditanya pakai anggaran yang mana. Kalau saya keluarkan uangnya, nanti saya bisa diperiksa BPK," kata Walikota Bogor Diani Budiarto.Hal ini disampaikan dia di kantornya, Jalan Juanda, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/11/2006).Diani mengimbau PKL agar mencari tempat berdagang sementara lainnya. "Jadi kalau tidak boleh jualan di situ, ya cari tempat lain. Sebab kalau maksa jualan di situ, siapa yang beli," cetus Diani sekenanya.Ketika ditanya mengenai dana Rp 6 milar yang disediakan Pemkot Bogor untuk persiapan kedatangan Bush, Diani membantahnya."Memang waktu itu ada pembahasan perubahan APBD, ada tambahan Rp 6 miliar. Tetapi itu untuk macam-macam seperti bantuan masyarakat, bantuan organisasi, masjid dan lain-lain. Tidak ada untuk persiapan Bush," tandas Diani.DialihkanAkibat kedatangan Bush, rute kendaraan umum dan jalan dialihkan, yakni 12 trayek kategori angkutan kota, 2 trayek angkutan perkotaan, 3 trayek angkutan antarkota dalam provinsi, 3 trayek angkutan antarkota dan antarprovinsi."Jumlah angkot diperkirakan lebih dari 800 unit," ujar Diani.Sedangkan pelayanan bus di Terminal Baranangsiang ditutup pada Senin 20 November pukul 06.00-22.00 WIB. Keberangkatan atau kedatangan bus disarankan dari pool masing-masing atau dari Ciawi dan Jalan Soleh Iskandar.Selain itu, 7 rute jalan yang ditutup antara lain Jalan Padjadjaran, Jalan Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Pemuda, Jalan RE Martadinata, Jalan Juanda, dan Jalan Otista.
(aan/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































