Jelang Kedatangan Bush
Rute Dialihkan, Sopir Angkot di Bogor Minta Kompensasi
Selasa, 14 Nov 2006 19:38 WIB
Bogor - Pengalihan rute angkutan kota (angkot) saat kedatangan Presiden AS George W Bush di Bogor mendapat tanggapan dari sopir-sopir angkot. Mereka pun berkata, trayek boleh dialihkan, tapi pemerintah bayar kompensasinya."Boleh saja dialihkan, tapi bayar kompensasinya," ujar seorang sopir angkot trayek 07 (Warung Jambu-Merdeka), Ucok, saat disambangi detikcom sedang beristirahat di dekat Stasiun Bogor, Bogor, Selasa (14/11/2006).Ucok dan beberapa rekannya yang ditemui detikcom memilih tetap mengoperasikan angkot pada saat pengalihan rute tersebut. "Saya tetap narik, namun ada juga yang memilih tidak narik," ujar Ucok.Rekannya, Riza, juga berpendapat serupa. Dia menyarankan pemerintah untuk memberikan solusi yang terbaik bagi para sopir angkot yang terkena pengalihan rute. "Kita sudah capek, demo begini, demo begitu. Sekarang yang baiknya saja deh. Dikasih kompensasi lah," ujar Riza.Sebelumnya, DLLAJ Kota Bogor mengalihkan 22 dari 31 rute trayek angkot di Kota Hujan itu pada kedatangan Bush, 20 November 2006. Angkutan umum akan diberhentikan di titik-titik tertentu seperti di Patung Narkoba, Air Mancur, Paledang dan Depan Supermarket Hero.Pengalihan rute ini membuat Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor steril dari kendaraan umum. DLLAJR bersama polisi akan mengatur juga mobil-mobil pribadi yang akan memasuki area tersebut.Trayek angkot yang mengalami perubahan antara lain trayek 01 (Ciawi-Baranangsiang), 02 (Sukasari-Bubulak), 03 (Baranangsiang-Bubulak), 04 (Rancamaya-Pasar Bogor), 07 (Warung Jambu-Merdeka), 10 (Baranangsiang-Merdeka) dan 11 (Baranangsiang-Pasar Anyar).
(aba/fay)











































