Unggas Pekanbaru Positif Terserang Flu Burung
Jumat, 10 Nov 2006 18:44 WIB
Pekanbaru - Warga Pekanbaru tampaknya perlu meningkatkan kewaspadaannya. Ini disebabkan penyakit mematikan flu burung, telah menyerang unggas milik warga. Masyarakat juga diminta untuk melakukan pemusnahan mandiri.Kepastian penyebaran flu burung menyerang unggas milik warga ini disampaikan Kepala Dinas Peternakan Pemkot Perkanbaru, Husnul Hakim kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat (10/11/2006).Husnul menyebutkan, kepastian adanya virus mematikan yang bisa menular ke manusia ini, setelah pihak dinas peternakan dua pekan lalu mengirimkan 24 sampel ayam, ke Balai Penyidikan dan Pengjujian Veterinir (BPPV) di Bukit Tinggi, Sumbar. Hasilnya, unggas yang sebelumnya ditemukan mati mendadak, postif terserang flu burung. "Melalui uji cepat Polymerate Chain Reaction (PRC), dari 24 sampel, 7 di antaranya positif," jelasnya.Dengan adanya virus flu burung ini, Pemkot Pekanbaru mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan pemusnahan mandiri. Hal itu perlu dilakukan khususnya ke sejumlah wilayah yang unggasnya terserang flu burung."Pemusnahan mandiri yang dimaksud, warga diminta untuk segera melakukan pemusnahan unggas mereka sendiri, terutama di daerah yang kita anggap telah terjadi penyebaran flu burung. Ini perlu dilakukan sebelum menular kepada manusia," papar Husnul.Dia menjelaskan, dari 7 sampel ungas tersebut berasal dari Kelurahan Labu Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki. Sampel lainnya virus flu burung ditemukan di Kecamatan Senapelan Pekanbaru.Sementara itu, Pemkab Bengkalis Riau juga menerima laporan dari warga akan ternak ayam yang mendadak mati dalam sepakan ini. Penemuan ayam mati mendadak itu terjadi di Kecamatan Mandau tanpa penyebab yang jelas."Dalam kasus unggas mendadak mati ini, Bupati Bengkalis Syamsurizal, sudah memerintahkan dinas terkait untuk segera turun ke lapangan untuk meneliti apa sebenarnya yang terjadi pada ternak ayam milik warga tersebut," kata Kabag Humas Pemkab Bengkalis, Johansyah Syafri saat dihubungi detikcom.
(cha/ahm)











































