Bertemu Bush, SBY akan Bawa Sejumlah Tokoh Nasional
Selasa, 07 Nov 2006 17:06 WIB
Jakarta - Sejumlah tokoh nasional bidang pendidikan dan kesehatan, akan diundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk berdiskusi bersama Presiden AS George W. Bush di Istana Bogor 20 November 2006 mendatang. Siapa saja 5 tokoh itu? Sstt... masih rahasia!"Belum bisa saya sampaikan nama-namanya, karena orang yang bersangkutan saja belum diberi tahu," kata Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (7/11/2006).Kemudahan beasiswa dan pemberian fasilitas visa belajar bagi mahasiswa, akan menjadi salah satu bahasan dalam diskusi masalah pendidikan. Indonesia juga berharap ada lebih banyak lagi skema bantuan pendidikan, khususnya pelatihan teknologi informasi (TI).Di bidang kesehatan, kerja sama penanggulangan penyebaran flu burung yang akan menjadi bahasan pokok. Terlebih saat ini Indonesia menduduki rangking pertama dunia dalam jumlah cluster dan korban meninggal akibat serangan virus mematikan tersebut."Ancaman bagi kita bukanlah serbuan tentara asing, tetapi penyakit-penyakit yang membunuh saudara-saudara kita sendiri," ujar Dino.Dipilihnya bidang kesehatan dan pendidikan, terkait dengan agenda pembicaraan Presiden SBY dan Bush yang akan menitikberatkan pada peningkatan kerjasama di bidang soft power. Ada pun materi yang menjadi perhatian, yaitu pengentasan kemiskinan, pendidikan, peningkatan investasi, kesehatan, energy security, tekonologi informasi (TI), dan pembanguan sistem peringatan dini bencana alam."Ini hal yang kita tekankan. Pada pertemuan dua kepala pemerintahan sebelumnya, difokuskan pada hubungan militer, kali ini penekannya agenda soft power yang lebih luas dan komprehensif," papar Dino.Tidak disertakannya para tokoh agama berdiskusi dengan Bush, tidak semata dikarenakan penolakan Ketua Umum PB NU, Hasyim Muzadi. Menurut Dino, para tokoh agama telah 'mendapat giliran' saat Bush berkunjung ke Bali pada 2003 lalu. "Tapi nanti dalam dinner yang diadakan di Istana Bogor, tentunya pemerintah akan mengundang segenap unsur masyarakat dalam acara kenegaraan tersebut," sambung Dino.Jauh-jauh hari, Hasyim Muzadi telah menegaskan bila diundang bertemu Bush, dirinya akan menolaknya. Dia beralasan, Bush merupakan orang keras kepala. Pada 2003 lalu, Hasyim Muzadi dan Ketua PP Muhammadiyah saat itu Syafi'i Ma'arif beserta tokoh-tokoh agama lain diajak Presiden Megawati bertemu Bush di Bali.
(lh/asy)











































