Perang Iran Memanas, AS Ingatkan Warganya di Dunia Waspada!

Perang Iran Memanas, AS Ingatkan Warganya di Dunia Waspada!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 21 Jul 2026 11:02 WIB
Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (Foto: dok. CARLOS BARRIA/POOL/AFP via Getty Images)
Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (Foto: dok. CARLOS BARRIA/POOL/AFP via Getty Images)
Jakarta -

Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat mengeluarkan peringatan yang mendesak warga Amerika di seluruh dunia untuk "meningkatkan kewaspadaan" terkait perang dengan Iran.

Peringatan yang dirilis pada hari Senin (20/7) waktu setempat tersebut menyatakan bahwa "karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, kondisi keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga."

"Warga Amerika di luar Timur Tengah harus mempertimbangkan kembali perjalanan ke dan melalui wilayah tersebut," kata Deplu AS dalam peringatannya, dilansir kantor berita AFP, Selasa (21/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deplu AS juga memperingatkan kemungkinan meningkatnya serangan yang menargetkan fasilitas diplomatik AS "atau di lokasi yang terkait dengan Amerika Serikat dan warga Amerika di seluruh dunia."

Peringatan ini dikeluarkan di tengah konflik yang memanas antara AS dan Iran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahkan menyatakan negaranya saat ini tengah menghadapi "perang skala penuh" dengan AS. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus siap menghadapi berbagai konsekuensi dari konflik tersebut, terutama di sektor ekonomi.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat bertemu para pejabat peradilan di Teheran pada Senin (20/7).

"Kenyataannya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh," ujar Pezeshkian, seperti dikutip dalam pernyataan resmi kepresidenan.

Ia menambahkan Iran harus bersikap realistis terhadap situasi yang sedang dihadapi.

"Kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini," lanjutnya.

Pezeshkian menilai tantangan terbesar yang kini dihadapi Iran bukan hanya di medan militer, melainkan juga di bidang ekonomi.

"Medan perang terpenting saat ini adalah ekonomi dan mata pencaharian rakyat," katanya.

Ia memperingatkan tekanan ekonomi yang terus meningkat dapat memicu ketidakpuasan masyarakat. Jika kondisi itu meluas, menurutnya, dukungan publik terhadap negara bisa terkikis.

"Jika tekanan ekonomi menyebabkan ketidakpuasan sosial terbentuk dan ketidakpuasan ini menyebar, modal sosial yang sangat besar yang telah dibangun rakyat untuk mendukung negara dapat rusak," ujarnya.

Simak juga Video 'Iran Tebar Ancaman jika AS Berani Lancarkan Serangan Darat':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait