SBY-Bush Tak Akan Bahas Terorisme dan Keamanan Lagi
Selasa, 07 Nov 2006 16:44 WIB
Jakarta - Masalah terorisme dan keamanan tidak akan disinggung-singgung lagi dalam pertemuan antara Presiden SBY dan Presiden AS George W Bush di Istana Bogor, Jawa Barat. Kali ini kedua presiden hanya akan membahas masalah yang ringan-ringan saja.Hal itu disampaikan Menlu Hassan Wirajuda usai rapat Polkam di Kantor Menko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (7/11/2006)."Masih kita bicarakan, tapi pada dasarnya kita berkepentingan untuk melihat kemajuan-kemajuan dalam kerjasama di bidang yang menyangkut apa yang saya katakan soft power," kata Menlu.Menurut Menlu, bidang-bidang yang dimaksud dengan soft power merupakan bidang kerjasama yang berkaitan dengan upaya pengentasan kemiskinan, pengangguran, penyakit menular dan pendidikan."Toh bidang-bidang kerjasama militer tidak ada masalah lagi," katanya.Dalam kerjasama militer, persoalan yang kini terjadi adalah apakah pemerintah Indonesia memiliki uang atau tidak untuk membeli senjata-senjata dari AS.Mengenai biaya pengamanan kedatangan Bush yang diduga mencapai miliaran rupiah, Menlu mengaku tidak dibahas dalam rakor."Saya tidak mengetahui soal teknis yang bukan bagian dari porsi penanganan saya. Sebagai tuan rumah kita berkepentingan kunjungan itu aman dan berjalan baik," katanya diplomatis.Sementara mengenai banyaknya jumlah personel pengamanan yang dibawa Bush, Kapolri Jenderal Pol Sutanto mengatakan, hal itu sudah disepakati sebelumnya."Tentu ini sudah menjadi kesepakatan bersama seperti halnya kita ke luar negeri, ada unsur Paspampres," ujarnya.Mengenai jumlah pengamanan yang berlebihan yang mengindikasikan AS tidak percaya keamanan di Indonesia, Kapolri membantahnya. "Saya kira tidak, mereka menghargai upaya-upaya yang dilakukan kita," tegasnya.
(umi/sss)











































