Andi: SBY-JK Tetap Erat, Tak Terpengaruh Spekulasi di Luar
Jumat, 03 Nov 2006 15:34 WIB
Jakarta -
Presiden SBY kembali menegaskan Unit Kerja Presiden untuk Percepatan Program Kebijakan Reformasi (UKP3R) sama sekali tidak mengubah apa pun tugas dan peran presiden, wakil presiden, menteri koordinator maupun kabinet. "Semua tetap sebagaimana sekarang ini," kata Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng pada wartawan usai pertemuan SBY-JK di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (3/11/2006). Spekulasi seputar UKP3R memang mendapat penekanan dalam pembicaraan SBY-JK siang ini. SBY membantah seluruh komentar negatif dari berbagai pihak yang muncul di media massa, termasuk isu perpecahan duet kepala pemerintahan ini dan tumpang tindih tugas dengan kabinet. Batasan tugas UKP3R sangat jelas, yakni membantu Presiden melakukan pemantauan dan percepatan program-program reformasi dengan memberikan berbagai masukan yang atas masalah yang harus dipecahkan. Tidak ada punya kewenangan membuat kebijakan apa lagi mengkoordinasi anggota kabinet. "Ini (UKP3R) perangkat kerja yang diperlukan secara teknis oleh presiden untuk menjalankan mandatnya," imbuh Andi. Pertemuan antara SBY dengan JK sebenarnya sering terjadi untuk menyikapi berbagai perkembangan. Pertemuan kali ini menjadi spesial, karena kebetulan seiring pro-kontra UKP3R yang kian menajamkan isu perpecahan antara keduanya. JK tiba di Kantor Presiden sekitar pukul 11.00 WIB. Di luar kebiasaan, ia menunaikan ibadah salat Jumat di sana. Diskusi dilanjutkan sambil makan siang, dan menjelang pukul 14.00 JK meninggalkan tempat. "Ini memperlihatkan bagaimana hubungan presiden-wapres. Hubungan yang erat antara mereka berdua tidak terganggu dengan spekulasi-spekulasi di luar," ujar Andi.
(lh/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































