Bersepeda Motor, Tirulah Cina!
Selasa, 31 Okt 2006 09:39 WIB
Nanning - Bagi orang Islam, hadits yang berbunyi 'tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina' sudah begitu seringkali terdengar. Tapi, apa yang perlu ditiru dari Cina? Salah satunya, perilaku pengendara kendaraan bermotor. Di negeri panda, pengendara motor tidak menjalankan motornya dengan cara mengebut, seperti di Indonesia.Beruntungnya, infrastruktur jalan di Cina sudah sangat baik. Penataan jalan begitu rapinya, tidak semrawut. Jalan-jalan raya di kota-kota Cina, seperti pantauan reporter detikcom Arifin Asydhad di Kota Shanghai, Guilin, dan Nanning, tampak sama: sangat bersih, dengan ruas jalan yang cukup luas.Di Cina, para pengendara sepeda motor mendapat tempat tersendiri. Karena itu, di jalan mana pun di semua kota di Cina, ada jalur khusus untuk sepeda motor dan sepeda. Dengan demikian, lalu lintas kendaraan di jalan raya terasa lebih nyaman dan tampak teratur.Para pengendara motor di Cina mengendarai sepeda motornya dengan tidak secara serampangan. Tidak ada pengendara yang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi alias ngebut. Para pengendara motor mengoperasikan kendaraannya malah dengan enjoy. Sering terlihat banyak pengendara motor yang mengendarai motornya sambil mengoperasikan telepon genggamnya.Saat berada di perempatan jalan ber-traffic light, pengendara motor di Cina juga mematuhi rambu-rambu lalu lintas dengan tertib. Jarang ada pengendara motor yang menerabas saat lampu berwarna merah. Apalagi, di setiap jalan, banyak polisi yang ditebar. Mereka sangat hormat terhadap polisi lalu lintas.Yang berbeda dengan di Indonesia, sebagian besar pengendara motor di Cina tidak mengenakan helm. Hanya sebagian kecil saja yang mengenakan helm, itu pun helm ala kadarnya, seperti helm yang dipakai di proyek-proyek bangunan. Bisa jadi, karena di Cina pengendara tidak pernah ngebut, sehingga helm bukanlah suatu kebutuhan.Pemandangan unik yang juga terlihat berbeda adalah jenis motor. Di Cina, sebagian besar sepeda motor yang berseliweran di jalan-jalan adalah sepeda motor alas scooter atau sepeda motor matic. Tentu, motor-motor berbagai bentuk yang unik ini adalah produksi Cina. Motor-motor buatan Jepang, seperti Suzuki, Honda, atau Yamaha, jarang terlihat.Selain pengendara motor, yang perlu ditiru adalah pengendara sepeda. Masih banyak warga Cina yang menggunakan kendaraan kayuh ini untuk bepergian, termasuk ke kantor. Karena itu, jangan heran, saat jam pergi kantor sekitar pukul 08.00 - 09.00 dan saat jam pulang kantor sekitar pukul 16.00-17.00, pengendara sepeda tampak menyemut di jalur khusus sepeda motor dan sepeda.Meski jalan raya di kota-kota di Cina lebar dengan kendaraan yang menyemut, namun pejalan kaki juga tampak nyaman. Mereka sangat mudah diatur untuk menggunakan jalan dengan tertib.Keterangan Foto:Suasana para pengendara motor di perempatan jalan di Cina (atas), jalur khusus sepeda motor dan sepeda (bawah).
(asy/nrl)











































