Korban Tewas Tabrakan di Jalintim Jadi 16 Orang

Korban Tewas Tabrakan di Jalintim Jadi 16 Orang

- detikNews
Senin, 30 Okt 2006 15:25 WIB
Pekanbaru - Korban tabrakan maut di Jalan Lintas Timur (Jalintim) di Riau bertambah menjadi 16 orang. Sebelumnya korban meninggal di tempat sebanyak 14 orang. Demikian keterangan Kapolres Bengkalis AKBP Edi Setio Budi Santoso kepada wartawan, Senin (30/10/2006). Dua korban yang menyusul itu Elvis (26) dan Widya Putra (22). Keduanya meninggal di RS Permata Hati di Kota Duri, terpaut sekitar 150 km arah utara dari Pekanbaru. "Dua korban meninggal dunia pada subuh dinihari menambah jumlah korban sebelumnya sebanyak 14 orang. Dua korban ini dengan kondisi kritis sempat mendapat perawatan medis, namun akhirnya tidak tertolong juga," ujar Edi. Dia menjelaskan, tabrakan maut ini terjadi pada Minggu (29/10/2006) di Jalintim menghubungkan Riau ke Sumatera Utara antara mobil Colt Diesel BM 8199 AG dengan mini bus travel Rohul Sarana Expres BM 7503. Lokasi tabrakan ini tepatnya di jalan jalur kota Duri di KM 96 menghubungkan ke kota Dumai. "Kita mencatat ini tabrakan maut dengan paling banyak korban jiwa yang pernah terjadi di Jalintim," katanya. Kapolres Bengkalis menerangkan, diduga tabrakan di siang bolong itu disebabkan truk Colt Diesel melaju kencang dari arah Duri menuju Pekanbaru yang tengah berusaha menyalip sebuah mobil. Dari arah yang berlawanan bus travel dengan membawa 29 penumpang juga melaju kencang. Akibatnya tabrakan hebat pun terjadi. Sopir bus travel M Abadi dan sopir truk Delvi juga meninggal di tempat bersama 12 penumpang bus travel lainnya. Seluruh korban dibawa ke RS Permata Hati dan RS PT Chevron, RS Berkah dan RS Bhayangkhari. "Hasil pemeriksaan awal kecelakaan ini terjadi kerena kelalaian kedua sopir yang sama-sama melaju dengan kecepatan tinggi," kata Kapolres. Polisi mencatat korban yang sudah terindentifikasi masing masing. Anton (35), Elvis (26), Widia (32), Elnida (20), Muhammad Abadi (28), Suryati (49), Elnida (20), Wawan (2), Suryo (44), Defi (2), Tika (15), Sumita (8), Budiman Saputra (13) dan Darusman (45). Sementara dua korban Kritis masing Alfin (30) dan Rudi (21). "Ada tiga korban lagi yang belum teridentifikasi. Kita masih menunggu kedatangan pihak keluarganya," ujar Edi. (cha/nrl)


Berita Terkait