Sutiyoso 'Sentil' PNS yang Rapel Tanda Tangan
Senin, 30 Okt 2006 11:59 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melakukan sidak di kantor Walikota Jakarta Pusat. Sebagian besar pegawai negeri sipil (PNS) telah masuk, dan beberapa pegawai tidak masuk karena izin dan sakit.Sutiyoso diterima Walikota Jakarta Pusat Muhayat dan seluruh Kasubdin saat tiba di kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2006).Pria yang akrab disapa Bang Yos ini pun lantas keliling di kantor suku dinas pendidikan, suku dinas perumahan, dan suku dinas pekerjaan umum.Tidak hanya itu, Sutiyoso meninjau absensi PNS. Pada hari pertama bekerja, tidak ada PNS yang tercatat membolos. Sebagian besar pegawai telah masuk dan beberapa izin dan sakit.Namun mata Sutiyoso terbelalak kala melihat absensi pegawai yang telah dirapel sebanyak tiga kali untuk pagi, siang, dan sore. Padahal hari masih pagi.Nah, rapelan tanda tangan ini ditemui pada setiap kantor suku dinas. Saat di kantor suku dinas perumahan. Sutiyoso memanggil Kelik, salah satu pegawai yang merapel tanda tangannya."Kamu datang jam berapa?" tanya Sutiyoso."Jam 07.00 WIB Pak," jawab Kelik."Kok kamu sudah tanda tangan untuk siang dan sore. Ini kan belum siang, apalagi sore," cecar Sutiyoso."Yang penting saya ada Pak," sahut Kelik sambil cengegesan."Tetapi kalau siang kamu minggat bagaimana"? ketus Sutiyoso.Kelik tidak memberikan jawaban dan hanya tersenyum malu.Sama seperti Kelik, Didin juga merapel tanda tangannya. Didin mengaku dia kerap melakukan hal tersebut. "Biasanya juga begitu Pak," ujar Didin santai dengan nada enteng.Selain ada pegawai yang tertangkap basah merapel tanda tangan, ada pegawai yang menghapus tanda tangan yang telah terlanjur dirapel."Dia pasti tahu saya datang, jadi dihapus. Ini jangan sampai terjadi lagi, jangan ada model kayak gini," cetus Sutiyoso seraya wanti-wanti.Sutiyoso meminta masing-masing kasubdin menghapus tanda tangan yang dirapel dan memberikan peringatan pada pegawainya.Dalam absensi, Tulus, salah seorang staf di suku dinas kependudukan tercatat tidak masuk selama 1 bulan tanpa alasan yang tidak jelas.Mengetahui hal itu, Sutiyoso pun meminta agar Tulus dipecat.Pegawai di kantor Walikota jakarta Pusat sudah sibuk bekerja seperti biasa. Kursi dan meja pegawai pun telah terisi.Setelah keliling subdin, Sutiyoso juga mampir ke loket pelayanan cacatan sipil. Sutiyoso meminta agar dipasang daftar harga izin mendirikan bangunan (IMB) agar masyarakat tahu secara jelas."Masih sepi Pak, belum ada masyarakat yang meminta pelayanan," kata salah seorang penjaga loket beralasan.Sutiyoso juga menangkap basah salah seorang pegawai yang mengenakan baju batik, bukan baju dinas."Maaf Pak, saya tadi lupa, saat sudah masuk tol saya baru ingat, harusnya pakai baju hansip warna hijau," kata pegawai tersebut.Sutiyoso selanjutnya akan berkeliling ke kecamatan dan kelurahan di Jakarta.
(aan/sss)











































