Terinspirasi Aceh, Thailand Cari Solusi Damai
Sabtu, 21 Okt 2006 16:15 WIB
Jakarta - PM Thailand, Surayud Chulanont, berjanji tidak lagi menggunakan pendekatan militer untuk menyelesaikan separatisme di wilayah selatan negaranya. Sebaliknya, akan terus menempuh jalan damai Komitmen tersebut disampaikannya pada Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) dalam pertemuan antara keduanya siang ini di Kantor Presiden, Jakarta, Sabtu (21/10/2006). "PM Surayud tadi sampaikan, setelah lebaran ini akan berkunjung ke (Thailand) selatan untuk menemui para tokoh Islam di sana," kata Menlu Hasan Wirajuda pada wartawan. Presiden SBY menyambut baik komitmen kepala pemerintahan baru Thailand tersebut. Berdasar pengalaman menangani konflik Aceh, pendekatan militer memang tidak akan menyelesaikan masalah. Karenanya, SBY berjanji memberi bantuan yang sekiranya diperlukan dalam proses tersebut. "Bagaimana mekanismenya, belum Beliau (PM Surayud) sampaikan. Kita mendorong dan ingin berkontribusi. Tentu dalam hal ini kita tidak boleh mendahului, sebab mereka sendiri belum tampil dengan rancangan yang konkrit," papar Menlu. Lebih lanjut Wirajuda mengungkapkan, PM Surayud mengakui niatnya menempuh cara persuasif dan dialog ini terinspirasi setelah mengikuti dari dekat proses penyelesaian konflik RI dan GAM. Yaitu melalui keterlibatannya dalam Aceh Monitoring Mission (AMM) bersama Uni Eropa. "Karena itulah kita akan membantu mereka, sebagaimana dulu mereka membantu kita," imbuhnya.
(san/san)











































