Jalintim Sumatera Rusak Parah, Waspadai Aksi Kejahatan

Jalintim Sumatera Rusak Parah, Waspadai Aksi Kejahatan

- detikNews
Kamis, 19 Okt 2006 16:30 WIB
Pekanbaru - Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera yang menghubungkan Riau-Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi ini memicu aksi kejahatan seperti pemerasan dan perampokan. Para pemudik yang lewat jalur ini diharap waspada. "Kawasan di Jalintim Kabupaten Pelalawan, ada delapan kilometer jalan rusak parah dan belum ada perbaikan. Ini berpotensi terjadi kemacetan dan menimbulkan aksi pemerasan, perampokan," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau Faisal Qomar Karim kepada wartawan, Kamis (19/10/2006) di sela-sela Sidak Mudik di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Dia menyebutkan, selain Jalintim ada dua titik rawan lainnya. Titik rawan itu Jalan Lintas Tengah yang menghubungkan Riau, Sumbar dan Jambi. Begitu juga juga lintas barat menghubungkan Riau, Bukittinggi ke Padang, Sumbar. "Sama seperti Jalintim, jalan lintas tengah juga banyak yang rusak serta berdampak negatif yang memicu aksi kejahatan," kata Faisal Qomar. Sedangkan Jalan lintas barat Riau menghubungkan Bukit Tinggi, paling rawan terjadi tanah longsor. Apalagi diperkirakan minggu terakhir menjelang lebaran akan turun hujan. "Khusus untuk lintas barat yang rawan tanah longsor ini, kita bekerja sama dengan berbagai instansi terkait telah menempatkan sejumlah alat berat di titik-titik rawan longsor tersebut. Ini guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan," kata Faisal. Pantuan detikcom di lapangan, Jalintim ini rusak akibat lalu lalang truk sarat kayu balak milik PT Riau Andalan Pulp and Paper dan PT Indah Kiat Pulp and Paper. Ini belum lagi aksi truk pengangkut kayu ilegal yang keluar masuk Riau dan Jambi. Diperkirakan tonase truk yang melintas di sana tidak sesuai dengan kekuatan badan jalan, sehingga Jalintim mengalami kerusakan parah. (cha/asy)


Berita Terkait