Keluarga Naek Ngamuk di Sidang, Lidya Pratiwi Kena Tampar

Keluarga Naek Ngamuk di Sidang, Lidya Pratiwi Kena Tampar

- detikNews
Kamis, 19 Okt 2006 15:57 WIB
Jakarta - Adegan kena tampar dalam sinetron sudah biasa dialami Lidya Pratiwi. Tapi dalam dunia nyata, mungkin ini pengalaman pertamanya. Kakak kandung Naek Gonggom Hutagalung, Ida Tiurma Hutagalung, yang menyimpan amarah dengan ringan melayangkan tamparan di pipi mulus Lidya. Plak!Tamparan dilayangkan di tengah kemarahan keluarga besar Naek yang mengamuk dalam sidang, sehingga upaya Ida berjalan mulus. Sidang pembunuhan Naek dengan terdakwa Lidya Pratiwi dan Sukardi yang diwarnai kericuhan ini semula berjalan lancar.Kericuhan berawal saat Ida memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Ancol Baru, Jakarta, Kamis (19/10/2006). Saat itu sidang yang digelar pukul 14.15 WIB baru berjalan sekitar 1 jam.Saat itu salah satu pengacara Lidya, Firman Wijaya, menanyakan kepada Ida kenapa Naek begitu mudahnya memberikan pinjaman uang kepada Lidya. "Kalau tidak ada hubungan apa-apa mana mungkin," ujar Firman.Saat itu dijelaskan oleh Ida, pada dasarnya Naek adalah orang baik dan sensitif, sehingga sering tidak tega pada temannya yang membutuhkan bantuan.Namun Firman terus mendesak Ida seputar hal itu. Dan berkali-kali diterangkan Ida seperti jawaban sebelumnya. Sikap pengacara yang ngotot ini memancing emosi keluarga besar Naek yang memenuhi ruangan sidang.Salah satu pria yang duduk di kursi pengunjung bagian belakang kontan berdiri. Dia memprotes sikap pengacara yang dinilai tidak menjalankan tugas dan fungsinya dengan benar. "Kalau jadi pengacara itu yang benar," teriak pria tersebut sambil berjalan dan menyambit Firman dengan gulungan kertas. Sambitan itu meleset.Seakan dikomando, keluarga besar Naek langsung tumpah ke arena sidang untuk memaki-maki pengacara. Bahkan salah satu sahabat Naek sempat menantang pengacara. "Kalau mau ribut sama saya di luar. Sahabat saya dibunuh!" teriaknya.Ketika konsentrasi keluarga besar Naek mengarah ke pengacara, Ida yang duduk di kursi saksi kemudian bangkit. Dia lalu mendatangi Lidya dan sekonyong-konyong melayangkan tamparan ke pipi Lidya.Lidya yang mengenakan kemeja putih dan pantalon hitam terlihat kaget dan langsung pucat. Dia berusaha berdiri dan menghindar dari Ida. Ida yang sempat akan melayangkan tamparan lagi berhasil diamankan petugas. Petugas sempat kesulitan menangani Ida yang ngotot beradu kekuatan dengan Lidya yang kemudian terpancing emosinya setelah kagetnya reda.Suasana sidang langsung berubah kacau. Selain mengeluarkan kata-kata makian, keluarga Naek juga tidak henti-hentinya meneriakkan kata-kata pembunuh.Melihat kondisi yang tidak memungkinkan, petugas langsung mengamankan Lidya, Sukardi dan majelis hakim. Mereka diselamatkan lewat pintu yang berada di belakang barisan majelis hakim. Tidak lama kemudian, tim pengacara juga diungsikan.Karena kesal sasarannya tidak di tempat, salah satu keluarga Naek sempat memukul dinding ruang sidang yang terbuat dari kayu sambil berteriak-teriak 'pembunuh'.Petugas keamanan lalu meminta pengunjung mengosongkan ruang sidang. Sekitar 10 menit kemudian, sidang akhirnya dilanjutkan. (umi/nrl)


Berita Terkait