Polisi Tetapkan Tembok Perkara Vila Sawo Jadi Status Quo

Polisi Tetapkan Tembok Perkara Vila Sawo Jadi Status Quo

- detikNews
Rabu, 18 Okt 2006 13:02 WIB
Jakarta - Polisi menetapkan tembok berperkara di Kompleks Vila Sawo, Cipete Utara, Jakarta Selatan, sebagai status quo. Garis polisi siap dibentangkan.Status itu ditetapkan agar dua pihak yang bertikai, eks pejabat eselon I Dephub M Yusuf dan warga kompleks, menunggu amanat trantib pusat DKI dalam menyelesaikan kasus ini. Penetapan status itu disampaikan Wakareskrim Polres Jakarta Selatan AKP Kristian Pauaju saat melerai dua kubu yang bertikai itu di Kompleks Vila Sawo, Cipete Utara, Jakarta Selatan, Rabu (18/10/2006)."Kalau begitu status quo. Saya ambil alih, nanti saya pasang police line," tegas Kristian.Mendengar keputusan Kristian, M Yusuf langsung naik darah. "Alasannya apa, dasarnya apa!" cetus dia.Namun Kristian tidak menggubris protes Yusuf. Kristian hanya menjelaskan, status quo ditetapkan sampai ada surat dari Trantib pusat mengenai amanat selanjutnya. "Tapi untuk sementara saya ambil alih dulu," tegas dia.Meski memerima putusan polisi, warga masih tampak keberatan mengingat masih stand by-nya belasan anggota Forkabi dan pria berbadan tegap. "Oke saja keamanannya dijaga, tapi tolong orang-orang dari luar warga dipulangkan," cetus salah satu warga.Mendengar cetusan warga itu, dua pria tegap yang disewa Yuruf meradang. Mereka lalu mendorong warga. Ulah pria tersebut memicu aksi dorong-mendorong antara warga dan orang sewaan Yusuf. Bahkan seorang keponakan Yusuf, Reza, sempat mendorong Sumartoro, jubir warga. Pria setengah baya tersebut nyaris jatuh akibat dorongan tersebut. Polisi lalu mengamankan dua pria itu ke atas mobil truk.Keributan itu memicu keingintahuan warga lain yang masih berada di dalam rumah. Ibu-ibu dari balik pagar ikut berteriak-teriak memaki keluarga Yusuf.Kali ini lawan para ibu itu adalah istri Yusuf. "Dasar tukang bikin rusuh kamu. Maunya menang sendiri!" teriak seorang ibu.Istri Yusuf membalas dengan mengatai mereka pengecut karena hanya berani teriak dari balik pagar. "Sini kamu kalau berani datang ke sini, banci kamu!" teriak istri Yusuf.Tidak hanya dari balik pagar, makian untuk keluarga Yusuf juga diteriaki seorang pria muda dari lantai dua rumahnya yang dekat dengan pusat keributan. Teriakan pria tersebut disambut anggota Forkabi. "Turun kamu, jangan cuma di atas saja!" tantang mereka. (umi/sss)


Berita Terkait