Polres Metro Jakarta Selatan tengah memburu pria warga negara asing (WNA) berinisial N yang terlibat dalam kasus eksploitasi anak di bawah umur di Jaksel. N diduga merekam adegan intim dengan korban ABG berinisial ACA (17).
Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yossi mengatakan peristiwa itu bermula saat muncikari berinisial JL (30) menjajakan ACA kepada N. Peristiwa itu terjadi pada Juli 2022.
Aktivitas terlarang itu terjadi di salah satu apartemen di kawasan Kebayoran Lama, Jaksel. Yossi mengatakan perekaman itu dilakukan diam-diam tanpa persetujuan ACA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban memberikan layanan hubungan seksual kepada pelanggannya, tetapi pada saat itu juga ternyata oleh pelanggannya dilakukan perekaman selama melakukan aktivitas hubungan seksual tersebut. Adapun durasi rekaman tersebut yakni sekitar 31 menit," ungkap Yossi dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2023).
Berdasarkan pendalaman, Yossi mengatakan ACA diberi uang sebesar Rp 3 juta. Setelah itu, N juga diduga mengunggah video yang direkamnya itu ke situs porno.
Seiring dengan berjalannya waktu, video itu dilihat oleh teman-teman korban dan diberi tahu kepada keluarga korban. Mengetahui hal itu, orang tua korban langsung membuat laporan polisi.
"Keluarga korban mendapat informasi dari teman-teman korban bahwa ada video porno yang tersebar di salah satu website pornografi, di mana dalam video tersebut tampak korban ACA sedang melakukan hubungan seksual dengan tamunya yang berada di kamar sebuah apartemen," jelasnya.
"Melihat itu, keluarga mengkonfirmasi kepada korban, ternyata benar dan akhirnya membuat laporan polisi dan kami melakukan proses penyidikan hingga berhasil mengungkap pelakunya dan saat ini sudah dilakukan penetapan terhadap pelaku sebagai dan ditahan," lanjutnya.
WNA Jadi DPO
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro mengaku belum mengetahui lebih lanjut terkait identitas WNA tersebut. Bintoro mengatakan pihaknya telah menetapkan N sebagai daftar pencarian orang (DPO).
"Warga negara mana kami belum tahu, tapi dilihat dari videonya itu orang bule. Terus ngakunya sama muncikari atas nama N. Jadi yang bersangkutan itu terunggahnya ini karena video porno itu tersebar," ujarnya.
Kendati begitu, Bintoro memastikan pihaknya masih akan mendalami identitas dan keterlibatan N. Dia juga memastikan pihaknya telah memberi pendampingan terhadap korban.
"Kita sudah kerjasama dengan KPAI, dan dari UPTPPPA itu juga senantiasa berkoordinasi," pungkasnya.
Simak juga 'Saat Mami Icha Jadi Muncikari Demi Memenuhi Gaya Hidup':