Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menurunkan tim Dokkes untuk membantu pengobatan Aipda Rully Carrera Putra yang menderita ablasio retina. Aipa Rully akan dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Pak Kapolda sudah menurunkan tim Dokkes, kemudian nanti akan dirujuk ke RSCM," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada detikcom, Sabtu (7/10/2023).
Selain itu, Polres Metro Jakarta Selatan akan merenovasi rumah Aipda Rully. Rully dan keluarga diketahui tinggal di Asrama Polri di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah menawarkan supaya Pak Rully mendapatkan perawatan yang lebih baik lagi, namun beliau masih mempertimbangkan," tuturnya.
Rumah Akan Direnovasi
Rully dan keluarganya tinggal di rumah sederhana. Berada di gang sempit, rumah ukuran sekitar 6x6 meter itu Rully tinggali bersama istrinya, Linda Rustiningsih, yang tengah hamil besar, serta anaknya berusia 8 tahun dan ibundanya.
Rumahnya jauh dari kesan mewah. Dinding rumahnya tampak sudah lapuk, begitu juga dengan pintu dengan kusen kayunya yang mulai keropos.
![]() |
Rumah tersebut adalah rumah dinas. Rully tak punya rumah selain itu.
Kombes Ade Ary sempat berkunjung ke rumah Rully pada pertengahan September 2023. Ia datang untuk melihat kondisi Rully yang masih bekerja meski kondisi penglihatannya terganggu.
Sebelumnya, Ade Ary datang untuk mencari sosok polisi teladan untuk diberi penghargaan. Belakangan, setelah Ade Ary datang, video tentang kehidupan Rully viral di media sosial.
"Saya sudah berkunjung ke rumah dinasnya, jauh sebelum videonya viral. Memang kondisi rumahnya itu kan rumah dinas dan tidak punya rumah lagi. Nanti kita akan renovasi rumahnya," tutur Ade Ary.
Diganjar Award
Di mata Ade Ary, Aipda Rully merupakan sosok polisi yang rajin dan berdedikasi tinggi. Di tengah keterbatasan penglihatan, anggota Polsek Jagakarsa itu masih bersemangat untuk bekerja.
"Orangnya rajin, semangatnya tinggi. Beliau tiap hari naik ojek," katanya.
Atas keteladanan Rully itu, Ade Ary memberikan penghargaan sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan reward and punishment.
"Diberikan penghargaan karena dedikasinya, semangatnya yang tinggi dalam bekerja. Mudah-mudahan kisah Pak Rully ini menjadi motivasi dan inspirasi untuk anggota lainnya agar tetap bekerja dengan penuh dedikasi," tuturnya.
Baca kisah Aipda Rully selengkapnya di halaman selanjutnya....
Lihat juga Video: Aipda Charles Surya, Polisi Pejuang Pendidikan Anak Perbatasan
Nyambi Jualan Kue dan Mainan
Aipda Rully Carrera Putra hidup dalam keterbatasan. Penglihatan anggota Polsek Jagakarsa Polres Metro Jakarta Selatan ini terganggu sejak divonis menderita ablasio retina pada 2013.
Ablasio retina (retinal detachment) adalah terlepasnya retina dari lapisan dasarnya. Retina yang lepas dapat menyebabkan penurunan penglihatan sampai kebutaan.
Meski hidup dalam keterbatasan, Rully tetap bersemangat menjalani hidupnya. Bersama istri, Linda, Rully menyambi berjualan kue di kala lepas dinas.
Ditemui detikcom, Sabtu (7/10/2023), Rully dan istrinya sedang berjualan sedikit kue, makanan ringan, dan mainan di pasar kaget di wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dagangan mereka ditata di atas sebuah meja di pinggiran jalan.
Istri Hamil Besar Tetap Bekerja
Rully dan istrinya, yang sedang hamil tua, duduk di trotoar sambil berteduh di bawah teriknya matahari. Saat detikcom datang, dagangan Rully dan istrinya terlihat sepi pembeli.
"Tapi tadi sudah ada yang beli," ucap Rully sambil tersenyum.
![]() |
Rully dan istrinya berjualan setiap hari Sabtu dan Minggu. Linda bekerja sebagai cleaning service di sebuah kantor yang berjarak tempuh sekitar 20 menit dari rumahnya.
Meski sedang hamil besar, Linda tak surut semangat untuk berjualan. Rully pun setia menunggu dan membantu istrinya saat lepas dinas.
"Daripada saya diem di rumah. Biasanya kan Sabtu-Minggu memang pada biasa ke sini, suka ke sini. Sekalian saja, udah, dagang di sini. Jadi kan bisa sambil jajan-jajan juga (anak)," kata Linda.
Usia kehamilan Linda saat ini memasuki 8 bulan. Namun Linda tidak mengajukan cuti dan memilih bekerja.
"Belum, nanti aja, biar cuti lama di rumah. Kan HPL-nya awal Desember, jadi saya ambil ya waktu deket-deket (melahirkan) saja, akhir November," ujar Linda.