Menko Polhukam: Penembakan Pendeta Irianto Bentuk Teror
Senin, 16 Okt 2006 15:59 WIB
Jakarta -
Menko Polhukam Widodo AS menyatakan penembakan terhadap Pendeta Irianto Kongkoli di Palu, Sulteng bukanlah kejahatan biasa. Widodo menilai penembakan itu sebagai aksi teror."Ini tidak biasa karenanya aparat telah dikerahkan dengan dibantu TNI dan intelijen," ujar Widodo usai rapat dengan Tim Pemantau Kasus Poso DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/10/2006).Widodo pun mendesak aparat keamanan bertindak cepat mengungkap kasus ini. Namun dia menolak menjelaskan lebih detil langkah percepatan yang akan diambil."Agar segera dilakukan percepatan. Soal-soal teknis silakan tanyakan ke Kapolri," ujarnya.Lebih lanjut Widodo menjelaskan, peristiwa penembakan yang terjadi Senin pagi ini merupakan respons terhadap eksekusi mati terpidana kasus Poso Tibo Cs. Oleh sebab itu pihaknya akan memberi perhatian khusus keadaan-keadaan pascaeksekusi itu."Ini harus diberi atensi agar dilakukan langkah-langkah," tegas dia.Widodo juga menyatakan Koopskam yang telah berakhir masa tugasnya telah melakukan tugas dengan baik, bahkan telah ada kemajuan yang telah dicapai. Saat ini kondisi di Sulteng berangsur kondusif. "Tapi upaya untuk mengungkap ini menjadi wajib," tandasnya.Widodo dalam kesempatan itu juga mengutuk keras dan menyatakan belasungkawa terhadap keluarga korban yang ditinggalkan.
(san/sss)










































