Pedagang Pakaian Pasar Senen Mengeluh Omset Turun

Pedagang Pakaian Pasar Senen Mengeluh Omset Turun

- detikNews
Minggu, 15 Okt 2006 14:06 WIB
Jakarta - Pedagang pakaian di Pasar Senen, Jakarta Pusat, mengeluh. Penjualan baju musim lebaran kali ini menurun drastis. Nasib mereka tidak seperti rekannya di Pasar Tanah Abang yang dikerubuti pembeli. Contohnya toko Dicky Fashion yang terletak di Blok 1 lantai 1 Pasar Senen. "Ngak kayak lebaran tahun kemarin, pembelinya menurun," ujar pemilik toko, Rudi, ketika ditemui detikcom, pukul 12.00 WIB, Minggu (15/10/2006).Rudi yang hanya memperkerjakan satu orang pegawai ini mengaku tahun lalu tokonya bisa menjual baju Rp 3-4 juta dalam sehari. Omset tahun ini menurun drastis. "Sekarang paling omsetnya Rp 1 juta sehari. Nyari Rp 2 juta susah sekali," keluhnya. Suasana toko pun berbeda bila dibandingkan dengan suasana toko tahun lalu. Tahun lalu, saking banyaknya pembeli, Rudi tidak sempat berbuka puasa, dia akhirnya hanya menyempatkan diri minum untuk berbuka. "Saking ramenya sampai nggak bisa makan," ujarnya.Dicky Fashion memiliki cabang di Pasar Baru. Kondisi di sana juga tidak jauh berbeda. "Sama saja sepi, padahal seminggu lagi sudah lebaran," keluh Rudi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.Dicky Fasion secara khusus menjual kaos dan celana jeans, harganya pun lumayan murah. Harga kaos berkisar antara Rp 20-30 ribu per lembar, celana jeans diobral Rp 60-150 ribu. Murah tapi tetap saja sepi.Omset yang turun diamini Zulkifli, pedagang perlengkapan baju muslim. "Agak turun tapi dari awal bulan Oktober ini penjualan agak naik sedikit, lebaran dulu lebih ramai," ujarnya.Zulkifli berjualan mukena, baju koko, baju batik, kopiah, dan perlengkapan muslim lainnya di Blok 1 lantai 1 Pasar Senen. "Omset sehari paling Rp 2 juta. Lebih banyak tahun lalu," katanya.Dari pengamatan detikcom di Blok 1 dan Blok 2 Pasar Senen, tidak terlihat keramaian yang mencolok. Padahal biasanya menjelang lebaran, Pasar Senen padat konsumen. (ddn/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads