Sebut Kinerja SBY-JK Membaik, Survei LSI Dituding Pesanan

Sebut Kinerja SBY-JK Membaik, Survei LSI Dituding Pesanan

- detikNews
Jumat, 13 Okt 2006 11:51 WIB
Jakarta - Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan kinerja pemerintahan SBY-JK membaik dituding hanya pesanan belaka. Sebab fakta di lapangan menunjukkan tidak ada satu perbaikan pun yang dirasakan masyarakat.Hal tersebut disampaikan anggota DPR dari FPDIP Permadi saat ditemui detikcom di Gedung DPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (13/10/2006)."Kita sekarang tidak punya GBHN. Satu-satunya yang bisa mengukur keberhasilan SBY-JK adalah janjinya saat kampanye. Sampai sekarang tidak ada satu pun yang terbukti. Sekarang banyak penelitian yang pesanan," cetus Permadi.Pria yang selalu mengenakan pakaian hitam-hitam ini menambahkan, di era pemerintahan SBY-JK, pengangguran dan kemiskinan justru semakin meningkat. Jadi penelitian LSI tersebut dinilai gagal karena tidak menunjukkan realitas yang ada."Dari mana bisa dikatakan rakyat mendukung. Kecuali responden yang disurvei itu sudah dipesan. Coba tanya sopir dan petani, mereka semua menjerit. Harga pupuk dan BBM naik, padahal janjinya tidak demikian," ujar Permadi.Permadi juga mengatakan, masyarakat tidak perlu terpengaruh dengan hasil survei LSI tersebut. Karena hal ini tidak lebih dari sebuah kampanye semata."Survei seperti ini juga bisa dikatakan sebagai kebohongan publik," ketus politisi yang juga dikenal sebagai paranormal ini.Hasil survei LSI yang diumumkan beberapa waktu lalu menyatakan, kinerja SBY-JK dalam setahun terakhir mulai mendapat respons positif dari warga. Dari 1.239 responden, sebanyak 67 persen mengaku puas atas kinerja SBY-JK.Disebutkan, kenaikan kepuasan publik atas kinerja SBY-JK ini salah satu penyebabnya adalah mulai membaiknya perekonomian nasional. Padahal pada 2005 lalu, publik sempat 'kurang sreg' dengan kebijakan SBY-JK yang menaikkan harga BBM.LSI juga menyebutkan, secara umum optimisme publik atas prospek ekonomi nasional di bawah pemerintahan SBY-JK belum banyak berubah pada tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Meskipun dalam sembilan bulan terakhir kecenderungan optimis semakin kuat.Responden yang optimis keadaan ekonomi nasional tahun depan akan lebih baik dari sekarang meningkat dari 39 persen pada Januari 2006 menjadi 44 persen pada Oktober 2006. Sedangkan angka responden yang pesimis berkurang dari 21 persen pada Januari 2006 menjadi 13 persen pada Oktober 2006. (djo/sss)


Berita Terkait