Densus 88 Polda DIY Bekuk Jaringan Uang Palsu Rp 4 M

Densus 88 Polda DIY Bekuk Jaringan Uang Palsu Rp 4 M

- detikNews
Kamis, 12 Okt 2006 09:53 WIB
Jakarta - Detasemen Khusus (Densus) 88 Polda DIY berhasil mengungkap jaringan pemalsu dan pengedar uang palsu sebesar Rp 4 miliar. Saat ini 6 orang tersangka masih diperiksa di Markas Densus 88 Yogyakarta di Jl Melati Kulon Baciro Yogyakarta.Berdasarkan informasi yang dikumpulkan detikcom, terungkapnya kasus uang palsu itu bermula dari ditangkapnya Subandi (45), warga Jawa Tengah yang juga sopir mantan Ketua DPRD Banyumas periode 1999-2004 dr Tri Waluyo Basuki, di wilayah Wates Kabupaten Kulonprogo. Dari tangan Subandi ditemukan barang bukti uang palsu Rp 1 miliar.Kepolisian kemudian mencokok tersangka Subandi hingga terungkap beberapa orang yang menjadi sindikat pemalsu uang. Setelah dilakukan pengembangan, pada hari Selasa (10/10/2006) malam, polisi menangkap 4 orang lagi saat bertransaksi uang palsu di sebuah gudang di Kecamatan Seyegan Sleman. Dari tangan empat anggota sindikat pemalsu dan pengedar ditemukan barang bukti uang palsu Rp 3 miliar.Direktur Reserse dan Kriminal (Direskrim) Polda DIY, Kombes Tatang Sumantri, ketika dikonfirmasi detikcom Kamis (12/10/2006) membenarkan bila anggota Densus 88 Yogya berhasil membongkar dan menangkap jaringan pemalsu dan pengedar uang palsu. Hanya saja pihaknya belum bersedia membeberkan nama-nama para tersangka yang berhasil ditangkap setelah tertangkapnya Subandi."Semua masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan, nama-nama tersangka lainnya, kami mohon maaf belum bisa mengungkapkan sekarang," katanya.Dia mengatakan semua tersangka masih diperiksa di markas Densus 88 Yogyakarta. Namun untuk pengembangan penyelidikan pihaknya meminta untuk bersabar. Pihaknyajuga masih memburu tersangka lainnya yang kemungkinan besar melibatkan jaringan sindikat uang palsu yang besar di Indonesia.Menurut dia, polisi saat ini masih memeriksa para tersangka untuk mengetahui uang palsu miliaran rupiah itu akan diedarkan di daerah mana. Selain itu tempat mencetak uang palsu juga belum terungkap."Uang palsu itu dicetak di mana kami juga masih menyelidiki, apa dicetak di wilayah Magelang, Temanggung atau Wonosobo, karena beberapa waktu lalu Polda Jateng juga berhasil mengungkap jaringan tersebut," katanya. (bgs/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads