Kabut Pekat Selimuti Palembang, Gangguan Pernafasan Meningkat
Selasa, 03 Okt 2006 00:53 WIB
Palembang -
Kabut pekat disertai abu masih menyelimuti kota Palembang. Jarak pandang pada pagi dan sore hari hanya 50-100 meter. Warga yang terserang penyakit saluran pernapasan pun terus meningkat.Kabut asap tersebut diperkirakan berasal dari kebakaran lahan di daerah Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir dan Muaraenim. Hembusan angin dari arah Tenggara Palembang, menyebabkan warga Palembang terkurung kabut asap sepanjang hari.Para pengguna kendaraan, terutama kendaraan roda dua, sangat terganggu. Mata telanjang terasa sangat pedih dan napas menjadi sesak. "Semoga Allah memberikan azab buat mereka yang membakar hutan itu," kata salah seorang warga bernama Hamzah saat berbincang kepada detikcom, Senin (2/10/2006).Sementara itu pengguna Jalan Lintas Timur, selain harus menembus debu akibat jalanan yang belum diaspal, juga harus mengatasi kabut asap. "Kami terpaksa jalan pelan, kalau dengan kecepatan yang biasa, kami khawatir terjadi kecelakaan," kata seorang sopir truk Abdullah saat ditemui di pangkalan jasa angkutan di Jalan Veteran, Palembang.Tak cuma transportasi darat, kabut juga mengganggu transportasi udara dan air di Palembang. Lalu lintas penerbangan di bandara international Sultan Mahmud Badaruddin II sempat beberapa kali mengalami penundaan. Speedbord di sungai Musi, dalam sehari hanya melakukan perjalanan satu kali keluar kota."Terkadang kami terpaksa membatalkan keberangkatan, takut tabrakan," kata pemilik speedbord, di dermaga Benteng Kuto Besak, Solikin.Polisi sendiri terus memburu para pelaku pembakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatra Selatan. Polisi berpendapat, pelaku pembakaran bagai 'hantu' yang dapat muncul dan menghilang dengan cepat. Saat tim pemadam dan polisi berada di lokasi, mereka menghilang tapi, besoknya tiba-tiba lahan kembali terbakar.Pasien MeningkatSejumlah dokter praktek umum mengakui terjadi peningkatan pasien dengan gangguan pernafasan sepekan ini. "Dari batuk-batuk hingga yang terserang asma dan gejala penyakit TBC," kata salah satu dokter yang membuka praktik di Sekoja, Arhandi.Arhandi mengaku dalam sehari melayani antara 50-100 orang pasien.Pemerintah Palembang telah membagikan masker secara gratis untuk para pengguna kendaraan roda dua sejak empat hari lalu.
(ken/fjr)










































