KSAD: TNI Tentara Rakyat, Tidak Kenal Kudeta
Minggu, 01 Okt 2006 23:44 WIB
Jakarta -
Wacana kekhawatiran kudeta akhir-akhir ini terus berhembus. Setelah kejadian di Thailand, Indonesia kembali dikagetkan dengan tulisan mantan Presiden BJ Habibie yang mengatakan ada ancaman kudeta dari pihak militer ketika dia berkuasa.Namun, perihal kekhawatiran kudeta dibantah oleh KSAD Letjen TNI Joko Santoso. Menurut dia TNI adalah tentara rakyat dan tidak memiliki budaya kudeta."Di TNI tidak ada kultur untuk kudeta, karena kita itu tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional tidak mengenal budaya kudeta," kata KSAD Letjen TNI Joko Santoso.Hal itu dikatakan dia usai acara buka puasa bersama di kediaman Ketua DPR Agung Laksono, Jl. Widya Chandra III, Jakarta, Minggu (1/10/2006). Menurut Joko, setiap orang memiliki hak untuk menulis dan memberikan interptetasi terhadap buku yang dikarang oleh mantan presiden RI, BJ. Habibie. "Saya kembalikan kepada pembaca masing-masing. Terserah orang masing-masing," tuturnya. Mantan Presiden BJ Habibie menulis buku yang berjudul "Detik-detik yang Menentukan". Dalam buku tersebut Habibie bercerita mengenai proses peralihan kekuasaan dari Soeharto kepada dirinya.Dalam buku tersebut, Habibie tidak menyebut secara jelas akan ada kudeta dari Pangkostrad saat itu, Letjen (Purn) Prabowo Subianto. Hanya saja Habibie merasakan ancaman kudeta. Apalagi informasi diterima dari Panglima TNI pada saat itu, Jenderal TNI Wiranto.
(ahm/ahm)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































