Pemerintah Prioritaskan 4 dari 8 Desa Korban Lumpur Lapindo
Minggu, 01 Okt 2006 14:52 WIB
Surabaya - Pemerintah memprioritaskan penanganan terhadap 4 desa dari 8 desa korban luapan lumpur Lapindo Brantas. Keempat desa dianggap sudah tidak layak huni serta mengalami penurunan permukaan tanah. Keempat desa itu adalah 3 desa di Kecamatan Porong, yaitu Desa Siring, Desa Renokenongo, dan Desa Jatirejo. Desa keempat adalah Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin.Hal ini disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai Rapat Tim Harian Penanggulangan Semburan Lumpur Porong, di Bandara Juanda, Surabaya, Minggu (1/10/2006)."Ada 4 desa yang akan kita prioritaskan untuk mendapat penanganan. Ada dua opsi yaitu penanganan dengan resettlement atau ganti untung. Jadi 4 desa itu tergenang lumpur dan tidak layak huni," kata Purnomo.Mengenai dua opsi tersebut, lanjut Purnomo, untuk resettlement yaitu pindah massal termasuk menyediakan infrastruktur seperti di desa sebelumnya. Namun Purnomo belum mau mengungkapkan lokasi yang akan digunakan."Sekarang sedang dilakukan pendataan terhadap warga yang jadi korban. Dua tiga minggu lagi akan kita umumkan lokasinya di mana," tandas Purnomo.Penanganan sifatnya tidak lagi top down, pemerintah akan mendengarkan keinginan warga karena warga yang akan menempati. Pendapat warga akan dijadikan pertimbangan untuk mencari lokasi resettlement.Sedangkan opsi ganti untung, lanjut Purnomo, hal tersebut masih dibahas oleh tim. Pendataan masih dilakukan, khususnya rumah-rumah yang tenggelam. Purnomo mengimbau agar masyaratakat tidak mematok harga secara berlebihan."Jadi semuanya akan tetap diganti oleh Lapindo tapi tetap pada batas kewajaran. Yang jelas ini namanya ganti untung bukan ganti rugi," ujar dia.Sementara itu, 4 desa lainnya tidak dalam prioritas, karena hanya areal sawah yang terendam lumpur. Keempat desa tersebut adalah Desa Mindi dan Desa Pejarakan di Kecamatan Porong dan Desa Besuki serta Desa Kedungcangkring di Kecamatan Jabon.Purnomo bersama Bupati Sidoarjo Win Hendrarso, Timnas dan GM Lapindo Imam Agustino menyempatan memantau situasi dengan helikopter. Mereka juga turun langsung ke lokasi di Desa Jatirejo.
(mly/nrl)











































