3 Remaja Sumbar Keracunan Asap Genset Saat Listrik Padam, 2 Tewas

3 Remaja Sumbar Keracunan Asap Genset Saat Listrik Padam, 2 Tewas

Aisyah Lutfhi - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2026 19:33 WIB
The dead womans body. Focus on hand
Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)
Tanah Datar -

Tiga orang remaja di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), keracunan akibat menghirup gas beracun karbon monoksida dari mesin genset masjid saat pemadaman listrik terjadi. Dua orang tewas dan satu lainnya masih kritis.

Kedua korban meninggal berinisial GA (15) dan HAK (15). Korban kritis inisial H (16) saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Ketiganya berstatus pelajar dari sekolah yang berbeda.

"Pas lampu mati, anak-anak ini berkumpul dan bermain. Karena baterai HP habis, mereka minta tolong hidupkan genset," kata Kapolsek X Kota Iptu Martheriko dilansir detikSumut, Sabtu (23/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (22/5) pukul 18.40 WIB. Sekelompok remaja setempat kemudian meminta izin menyalakan genset di ruang sekretariat masjid untuk mengisi daya baterai handphone (HP) sekira pukul 21.00 WIB.

ADVERTISEMENT

Martheriko menjelaskan awalnya ada lima orang yang berkumpul di ruangan tersebut. Namun, dua di antaranya memilih pulang, sedangkan ketiga korban memutuskan tidur di kamar belakang masjid tersebut dengan kondisi pintu tertutup rapat tanpa ventilasi udara.

"Mesin genset dinyalakan di ruang tertutup tanpa ventilasi. Gas karbonmonoksida tidak berbau dan tidak berwarna sehingga korban tidak menyadari bahayanya," ucapnya.

Ketiga korban baru ditemukan tidak sadarkan diri pada Sabtu (23/5) pagi sekira pukul 05.30 WIB oleh ibu salah satu korban yang berniat membangunkan mereka. Mengetahui hal itu, warga pun langsung mengevakuasi para korban ke Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Yarsi Padang Panjang.

Baca selengkapnya di sini

Tonton juga video "Kronologi 3 Pekerja Tewas di Tongkang, Diduga Keracunan Gas"

(ygs/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini