Tiket KA Arus Balik dari Timur ke Bandung Terjual 60%
Minggu, 01 Okt 2006 14:13 WIB
Bandung - Tiket Kereta Api (KA) arus balik dari arah timur yaitu Jatim dan Jateng menuju Bandung pada 28-29 Oktober sudah terjual hingga 60 persen. Sementara untuk arus mudik ke arah yang sama pada 20 hingga 22 Oktober telah terjual 68 persen. Beberapa kereta yang diminati antara lain KA Argowilis, KA Mutiara Selatan, KA Lodaya, KA Harina, dan KA Turangga. Humas Daop II Bandung Sukendar Mulya mengatakan tingginya penjualan tiket arus balik tersebut karena banyak para pemudik yang memesan tiket pergi-pulang (PP). "Kami melayani pemesanan tiket untuk 30 hari sebelum keberangkatan. Mungkin karena khawatir tidak mendapat tiket saat pulang, para pemudik telah memesannya jauh hari," ujarnya saat dihubungi detikcom, Minggu (1/10/2006). Menurutnya, hingga hari ini pemesanan tiket arus balik pada 28-29 Oktober dari arah timur sekitar 50 persen hingga 60 persen. Untuk Bandung, pada angkutan lebaran 2006 PT KA menyiapkan enam KA komersial dan lima KA ekonomi. Jika terjadi lonjakan penumpang, masing-masing KA akan ditambah gerbong baru, satu hingga dua unit dalam setiap rangkaian. "Bahkan khusus untuk jurusan Surabaya kami menambah satu rangkaian KA yaitu Pasundan," ujarnya. Selain itu, untuk lebaran kali ini tarif KA dari Bandung naik sekitar 37 persen. Namun hal itu dilakukan dalam tiga tahap. Kenaikan pertama dilakukan mulai 14-18 Oktober 2006, kemudian 19-30 Oktober 2006, dan terakhir pada 31 Oktober-5 November 2006. Dia mencontohkan untuk tarif reguler Argowilis dan Turangga sebesar Rp 200 ribu, pada 14-15 Oktober menjadi Rp 250 ribu per penumpang, lalu pada 19-30 Oktober dinaikkan kembali menjadi Rp 275 ribu dan pada 31 Oktober-5 November diturunkan kembali menjadi Rp 250 ribu per penumpang. Hal yang sama juga berlaku bagi KA Lodaya, bisnis dan eksekutif, KA Mutiara Selatan dan KA Harina. Lebih lanjut Sukendar mengatakan, pihaknya memprediksi lonjakan penumpang KA pada lebaran tahun ini hanya sekitar 4 persen. Sebab, diperkirakan para pemudik lebih banyak memilih menggunakan kendaraan beroda dua. "Kata Pak Menteri lonjakan kendaraan beroda dua mencapai 40 persen," tuturnya.
(nrl/nrl)











































