Imparsial: Benahi Dulu Internal TNI Sebelum Minta Hak Pilih

Imparsial: Benahi Dulu Internal TNI Sebelum Minta Hak Pilih

- detikNews
Jumat, 29 Sep 2006 01:47 WIB
Jakarta - Pro kontra seputar hak pilih TNI masih jadi perdebatan hangat berbagai kalangan. Namun TNI harus membenahi internalnya terlebih dahulu sebelum mendapatkan kembali hak pilihnya."Pada dasarnya kita mengakui hak pilih TNI merupakan hak individu yang harus diperjuangkan namun benahi dulu internal TNI. Reformasi dalam tubuh TNI belum selesai," ujar Peneliti Polri dan TNI dari Imparsial Junaidi dalam acara Diskusi dan Buka Puasa Bersama di Kantor Imparsial Jl Diponegoro No 9 Jakpus hari ini, Kamis (28/9/2006).Junaidi mengungkapkan banyak kasus di pengadilan militer berakhir hanya dengan pemberian sanksi etik, antara lain berupa desersi atau pembebastugasan. Tidak ada oknum dari militer tersebut yang diberikan sanksi berupa hukuman kurungan.Lebih lanjut Junaidi mengatakan tidak menutup kemungkinan penundaan pemberian hak pilih TNI karena TNI masih terkooptasi dengan parpol tertentu."Ya bisa jadi itu juga salah satu faktornya. Namun lebih penting selesaikan dulu reformasi dalam tubuh TNI," ujarnya.Pendapat lebih keras diungkapkan oleh Managing Director Imparsial Rusdi Marpaung. Pada kesempatan yang sama ia mengatakan TNI belum pantas untukmemilih dan dipilih karena alasan masa lalu."Tidak ada satupun jenderal atau militer yang bertanggung jawab dengan masalah-masalah HAM. Pada tingkat pengadilan semuanya lepas," ujarnya. (gah/nvt)


Berita Terkait