Minta Habibie Merevisi, Prabowo Ancam Buat Buku Tandingan

Minta Habibie Merevisi, Prabowo Ancam Buat Buku Tandingan

- detikNews
Kamis, 28 Sep 2006 15:03 WIB
Minta Habibie Merevisi, Prabowo Ancam Buat Buku Tandingan
Jakarta - Mantan Pangkostrad Letjen Purn Prabowo Subianto meminta Prof BJ Habibie merevisi bukunya. Prabowo membantah tulisan Habibie mengenai dirinya. Bila Habibie tak mau merevisi, mantan menantu Soeharto ini mengancam akan membuat buku tandingan. "Saya akan bikin buku tandingan versi saya sendiri, jika memang Habibie tidak mengoreksi pernyataannya di buku tersebut," kata Prabowo dalam jumpa pers di kantornya, lantai 10, Gedung Bidakara, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/9/2006). Prabowo mengaku sempat panas mendengar dan membaca tulisan Habibie tentang dirinya itu. Namun, dia tetap menghormati Habibie sebagai seniornya. Karena itu, dia tidak akan berpolemik dan juga tidak akan menggunakan jalur hukum mengenai masalah ini. "Meski saya sempat panas dengan tulisan di buku tersebut, saya tidak akan menempuh jalur hukum. Tapi, penyelesaian secara kekeluargaan," ujar dia. Cara kekeluargaan yang dimaksud Prabowo adalah Habibie mau mengoreksi tulisannya mengenai hal itu di bukunya. Prabowo juga mengaku sudah melayangkan surat untuk bertemu Habibie terkait buku tersebut. Namun, hingga sekarang, Habibie belum menjawab suratnya itu. Dalam bukunya yang berjudul 'Detik-detik yang Menentukan', Habibie menulis Prabowo mengerahkan pasukan Kostrad di sekitar kediamannya dan kawasan Istana/Monas. Pengerahan pasukan Prabowo itu tanpa sepengetahuan Panglima ABRI Jenderal Wiranto. Itulah yang membuat kesan bahwa Habibie akan dikudeta. Dalam bagian lain, Habibie juga menuliskan tentang pertemuan dirinya dengan Prabowo di Istana Kepresidenan pada 22 Mei 1998, sehari setelah Habibie diangkat menjadi Presiden oleh Habibie. Habibie menerima Prabowo setelah staf khusus Habibie, Letjen Sintong Panjaitan memberitahu Habibie bahwa Prabowo ingin bertemu. Saat pertemuan itu, Prabowo menanyakan tentang pemberhentian dirinya sebagai Pangkostrad. Habibie juga menjelaskan tentang keputusannya. Tapi, saat itu Prabowo marah dan berkata kasar kepada Habibie. "Anda ini presiden apa. Anda naif," kata Prabowo seperti ditulis Habibie. Setelah Prabowo marah-marah, staf khusus Habibie, Letjen Sintong Panjaitan meminta Prabowo segera meninggalkan ruangan, karena waktu dengan presiden habis. (asy/jon)


Berita Terkait