Polisi Takut Jenazah Tibo cs Diotopsi Independen
Kamis, 28 Sep 2006 08:15 WIB
Jakarta - Penasihat hukum Tibo Cs menuding polisi takut dengan otopsi independen terhadap jasad 3 tereksekusi mati kasus Poso itu. Ketakutan ini dinilai memperkuat dugaan kesalahan prosedur eksekusi."Semakin polisi ketakutan adanya otopsi Dominggus, semakin memperkuat adanya kesalahan prosedur dalam eksekusi Tibo cs. Jika memang sesuai prosedur, tentu saja tidak takut," cetus Koordinator Penasihat Hukum Tibo Cs Roy Rening kepada detikcom, Kamis (28/9/2006).Seperti diberitakan, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Paulus Purwoko meminta keluarga Dominggus tidak tergesa-gesa mengotopsi. Mereka diminta berkonsultasi dengan Kapolda NTT Brigjen Pol Robertus Sadarum.Permintaan terakhir ini ditanggapi Roy Rening tak relevan. "Otopsi tidak ada kaitannya dengan Polda NTT, karena ini betul-betul permintaan keluarga," ujar Roy.Otopsi ini diperlukan untuk mendapatkan bukti-bukti pelanggaran prosedur yang dilakukan pihak kepolisian dan kejaksaan. Bukti-bukti ini nanti dibawa ke dunia internasional."Kita akan menemui Uni Eropa, Komisi HAM PBB, dan Mahkamah Internasional melaporkan keadaan baik sebelum, saat dan sesudah eksekusi. Kita akan buat laporan lengkap setelah visum ketiganya selesai," jelas Roy.Sampai berita ini diturunkan, pihak keluarga dan pengacara belum mendapatkan hasil visum dan berita acara resmi eksekusi ketiga terpidana tersebut. Itu sebabnya pihak keluarga melakukan visum sendiri yang dilakukan oleh dokter-dokter independen."Tidak ada satu pun pengacara dan keluarga yang mendapat visum. Ini skenario yang disusun sehingga meyakinkan adanya kesalahan prosedur," ucap Roy.Pihak keluarga, penasehat hukum dan pembimbing rohani tidak diperbolehkan mendampingi Tibo cs sebelum, saat dan sesudah eksekusi. Padahal menurut Penetapan Presiden No 2/1964 tentang tata cara hukuman mati, keberadaan pembimbing rohani mutlak ada mendampingi tereksekusi.
(aba/fay)











































