Misteri Sosok Miss Huang Terkait Sindikat Jual Beli Ginjal WNI di Kamboja

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 23 Jul 2023 14:26 WIB
Tim Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi membongkar sindikat TPPO yang jual ginjal di Kamboja (Foto: Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Terkuak sudah sindikat tindak pidana perdagangan orang atau TPPO sekaligus jual-beli ginjal ke Kamboja. Sebanyak 122 warga Indonesia menjadi korban, sedangkan 12 orang tersangka sejauh ini sudah dijerat polisi.

Salah satu tersangka yang berperan sebagai koordinator utama sindikat ini, Hanim (41), buka-bukaan soal kejahatannya. Apa katanya?

"Awalnya tahun 2018 karena faktor ekonomi," ucap Hanim di Polda Metro Jaya pada Jumat, 21 Juli 2023.

Rupanya Hanim sendiri melakukan donor ginjal di Kamboja sebelum akhirnya beraksi sebagai pelaku. Kala itu warga Subang, Jawa Barat (Jabar) itu mencari sendiri informasi soal donor ginjal dari media sosial.

"Dari situ itu ada yang isi postingan itu dibutuhkan donor ginjal A, B, AB, atau O. Syaratnya ini ini ini," ucap Hanim.

Terdesak kebutuhan hidup, Hanim tidak menghiraukan larangan istrinya. Dia menghubungi pengunggah donor ginjal itu yang kemudian diteruskan untuk menghubungi seseorang yang disebutnya sebagai broker di Bojonggede, Bogor.

Awalnya Hanim hendak melakukan transplantasi ginjal di salah satu rumah sakit di Jakarta tapi ada salah satu persyaratan yang tak terpenuhi yaitu persetujuan istrinya. Akhirnya Hanim pun diarahkan berangkat ke Kamboja.

Namun proses ke Kamboja itu tidak serta merta. Selama setahun Hanim tinggal di rumah sang broker hingga pada Juli 2019 dirinya berangkat ke Kamboja.

Hanim (41), mantan pendonor ginjal yang juga tersangka kasus TPPO jaringan Kamboja. (Foto: Silvia Ng/detikcom)

Sosok Miss Huang

Hanim tak sendirian ke Kamboja, ada 2 orang yang menyertainya. Setibanya di Kamboja, mereka dijemput dan diinapkan di salah satu lokasi penginapan. Di sinilah Hanim dikenalkan dengan seorang wanita disebut Miss Huang. Siapa dia?

"Saya dipertemukan dengan Miss Huang. Entah apakah dia orang China atau orang Indonesia saya kurang hafal ya pokoknya namanya Miss Huang, yang mengatur di sana," kata Hanim.

Sebelum menjalankan transplantasi ginjal, Hanim melakukan medical check up menyeluruh di Preah Ket Mealea Hospital, rumah sakit militer Kamboja. Salah satu rekannya gagal dalam tahap medical check up.

"Saya sama temen saya yang cewek lolos, yang satunya gagal," ucapnya.

Setelah menjalani medical check up, keesokannya ia langsung menjalani operasi transplantasi ginjal. Hanim tinggal di Kamboja sepekan lebih pascaoperasi sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.

"Besoknya itu dilakukan operasi, setelah operasi masa penyembuhan sekitar 10 hari dan saya kembali ke Indonesia. Saya istirahat di Indonesia sekitar satu-dua bulan," katanya.

Hanim mengaku mendapatkan bayaran ratusan juta rupiah setelah menjual salah satu ginjalnya. Kini, Hanim hidup hanya dengan satu ginjal.

"Waktu itu 2019 dibayar Rp 120 juta," kata Hanim.

Duduk Perkara

Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya sebelumnya, polisi mengatakan awal mula terbongkarnya kasus ini dari temuan polisi di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi di mana polisi mengamankan sejumlah orang yang ditampung dan akan dibawa ke Kamboja untuk transplantasi ginjal.

Diketahui sudah ada 122 warga negara Indonesia (WNI) yang sudah melakukan transplantasi ginjal di Rumah Sakit Preah Ket Mealea. Kasus TPPO merupakan atensi Kapolri Jenderal Listro Sigit Prabowo untuk ditindak tegas. Untuk memberantas TPPO ini, Kapolri telah membentuk Satgas TPPO sejak Juni 2023 lalu.

Kabareskrim Komjen Wahyu Widada menyampaikan dalam kurun waktu satu bulan lebih sudah ada lebih dari 800 orang tersangka telah ditangkap polisi.

"Sejak dibentuk Satgas TPPO tersebut, sampai saat ini, tanggal 19 Juli 2023, sudah ada 699 laporan, dan telah melakukan penangkapan terhadap 829 tersangka dan penyelamatan terhadap 2.149 korban," kata Komjen Wahyu dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (20/7/2023).

Di tempat yang sama, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menyampaikan pihaknya menangkap total 12 orang tersangka dalam kasus ini. Tiga tersangka di antaranya ditangkap di Kamboja.

"Sampai hari ini tim telah menahan sebanyak 12 tersangka, dengan rincian 9 tersangka sindikat dalam negeri yang berperan dalam merekrut, menampung, mengurus perjalan korban, dan lain sebagainya," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (20/7/2023).

Selain itu, Karyoto menjelaskan ada satu tersangka yang berperan sebagai penghubung korban dengan rumah sakit di Kamboja.

"Dua tersangka di luar sindikat, yaitu oknum instansi Polri ada," imbuhnya.

Peranan Para Tersangka

Sementara itu, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan dari 12 tersangka, berperan sebagai koordinator di Indonesia dan Kamboja. Ada juga yang berperan sebagai penghubung.

"Koordinator (di) Indonesia ini atas nama Septian. Kemudian yang khusus melayani yang di Kamboja, yang di rumah sakit, menjemput sudah kita tangkap juga atas nama Lukman," ujar Hengki.

Sementara itu, 2 tersangka lainnya bukan bagian dari sindikat penjualan ginjal. Keduanya adalah oknum polisi, Aipda M dan oknum imigrasi.

Hengki menjelaskan, Aipda M ini merintangi penyidik yang melakukan penyelidikan terkait kasus TPPO penjualan ginjal di Kabupaten Bekasi. Aipda M menyuruh sindikat penjualan ginjal untuk menghilangkan barang bukti agar tidak terlacak kepolisian.

"Ya ini anggota yang berusaha mencegah, merintangi, baik langsung maupun tidak langsung proses penyidikan yang dilakukan oleh tim gabungan dengan cara menyuruh membuang HP, berpindah-pindah tempat yang pada intinya menghindari pengejaran pihak kepolisian.

Hengki mengatakan Aipda M menerima sejumlah uang dari sindikat TPPO penjualan ginjal ke Kamboja ini. Aipda M menjanjikan seolah-olah bisa mengurus agar kasus tersangka tidak dilanjutkan.

"Yang bersangkutan menerima uang sejumlah Rp 612 juta, ini menipu pelaku-pelaku menyatakan yang bersangkutan bisa urus agar tidak dilanjutkan kasusnya," katanya.

Selain Aipda M, seorang oknum petugas Imigrasi ditangkap terkait kasus ini. AH ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan wewenang.

"Kemudian, satu orang tersangka dari oknum imigrasi atas nama AH ini dikenakan pada Pasal 2 dan Pasal 4 juncto Pasal 8 UU Nomor 21 Tahun 2007, yaitu setiap penyelenggara negara yang menyalahgunakan kekuasaan yang mengakibatkan terjadinya tindak pidana perdagangan orang jadi ancaman ditambah sepertiga isi dari pasal pokok," jelas Hengki.

Simak Video: Detik-detik Penangkapan Pelaku Sindikat Jual Beli Ginjal ke Kamboja






(dhn/imk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork