Lagi Ditemukan 3 Ekor Gajah di Riau Jadi Bangkai

Lagi Ditemukan 3 Ekor Gajah di Riau Jadi Bangkai

- detikNews
Jumat, 22 Sep 2006 22:26 WIB
Pekanbaru - Kasus kematian gajah secara tak wajar, terus beruntun di Riau. Setelah satu ekor ditemukan tewas, kali ini ditemukan lagi 3 ekor gajah liar menjadi bangkai di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI). Tiga ekor gajah yang telah jadi bangkai itu, ditemukan di kawasan HTI PT Nusa Wana Raya di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan Riau. Ketiganya tidak jauh dari seekor gajah dewasa yang ditemukan tewas sebelumnya. Sehingga total dalam pekan 4 ekor gajah liar mati secara tak wajar di Riau."Kita perkirakan gajah yang telah jadi bangkai itu merupakan kelompok gajah di kawasan pengembangkan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Kita tidak tahu pasti apa penyebab kematian gajah tersebut," kata Aktivis WWF Riau, Nurcholis Fadli saat dihubungi detikcom, Jumat (22/9/2006).Bangkai ketiga gajah tersebut, jaraknya saling berdekatan. Satu ekor diperkirakan gajah dewasa yang telah membusuk, 20 meter dari lokasi itu dua ekor gajah anak juga bernasib sama dalam HTI PT Nusa Wana Jaya."Karena kondisinya yang telah membusuk, kita sulit mengenali jenis kelaminnya. Kita perkirakan gajah ini sudah mati sejak sebulan yang lalu," tutur Fadli.Namun lokasi bangkai gajah ini ada keanehan. Misalnya, kata Fadli, untuk menuju ke lokasi bangkai gajah di dalam HTI, ada unsur kesengajaan memblokade jalan dengan menjatuhkan batang-batang pohon besar ke badan jalan. Bangkai gajah juga ditumpuk ranting-ranting kayu."Ini bukti kuat, bahwa kematian gajah ini sebelumnya sudah diketahui orang. Sebab, bangkai gajah itu ditimbun dengan ranting-ranting kayu serta jalan menuju ke bangkai itu diblokade dengan pohon," kata Fadli.WWF sendiri memperkirakan ada dua kemungkinan penyabab kematian satwa langka itu. Pertama, adanya konflik antara gajah dengan manusia. Selanjutnya, masyarakat di desa tersebut menebar racun. Racun itu ditebar di perladangan dengan tujuan untuk memerangi hama seperti tikus dan babi hutan."Racun itu ditebar masyarakat di perladangan, untuk membunuh hama lainnya. Kemungkinan, gajah juga memasuki perladangan mereka dan termakan racun yang ditebar masyarakat tadi," kata Fadli.Deretan kematian gajah di Riau yang tak wajar ini, bakal bisa memperburuk citra Pemerintah Indonesia dimata internasional. Catatan detikcom, 5 bulan yang lalu, harga CPO Indonesia di pasar internasional mendapat tekanan dari aktvitis lingkungan. Hal itu, dimungkinkan, karena pemerintah Indonesia dianggap tidak mampu melestarikan satwa (jon/jon)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads