Anggota DPR Kritik Pengawalan Presiden di Jalan Raya
Selasa, 19 Sep 2006 13:40 WIB
Jakarta - Tabrakan maut di Tol Jagorawi sebelum rombongan Presiden SBY lewat belum hilang dari ingatan. Iring-iringan rombongan presiden di jalan raya masih menuai kritik sejumlah anggota Komisi II DPR karena dinilai merugikan masyarakat."Perjalanan presiden dan wapres ketika lewat jalan raya selain harus hati-hati sebaiknya jangan sampai mengganggu lalu lintas. Saya mengamati berkali-kali masyarakat dirugikan, bahkan hampir bersenggolan dengan pengawalan presiden," kata anggota Komisi II DPR Pastor Sirait dari Fraksi Partai Damai Sejahtera.Kritik ini mengemuka dalam raker Komisi II dengan Setneg di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/9/2006).Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi II dari FPAN Sayuti Asyhatri."Saya sebagai masyarakat merasa dilecehkan. Pimpinan lewat seharusnya membuat masyarakat bangga, tetapi yang terjadi sebaliknya. Kita minta pengawalan juga menghormati rakyat," ujar Sayuti.Anggota Komisi II Syaifullah Ma'sum meminta agar presiden lebih memanfaatkan penggunaan Istana Merdeka untuk aktivitasnya dan pulang pergi dari Istana ke Cikeas dikurangi sehingga tidak banyak menggunakan lalu lintas darat.Atas kritik itu, Wakil Komandan Paspampres Brigjen TNI Nanang DP menjelaskan, pertimbangan protokoler adalah agar VVIP dalam hal ini RI 1, RI 2, RI 3, dan RI 4 sampai tujuan tepat waktu."Kalau mungkin bapak-bapak merasa dirugikan, perlu diketahui kami sudah berusaha sesingkat mungkin dan tidak mengganggu. Kami sudah informasikan sebelumnya perjalanan kepresidenan kepada pihak terkait seperti Mabes Polri dan Polda," terang Nanang.Raker yang dipimpin Ketua Komisi II DPR Ida Fuziah tidak dihadiri Mensesneg Yusril Ihza Mahendra. Yusril tidak hadir karena tidak dijadwalkan sebelumnya dan raker kali ini hanya membahas informasi anggaran.Insiden yang dipicu penghentian kendaraan menyebabkan tabrakan maut 10 menit sebelum iring-iringan SBY lewat di Tol Jagorawi pada 17 November 2004 pukul 07.50 WIB. Tabrakan beruntun melibatkan 7 kendaraan hingga menewaskan 7 orang dan melukai 10 orang.
(aan/sss)











































