IAEA: Laporan AS Soal Iran Berlebihan & Tidak Jujur
Jumat, 15 Sep 2006 10:35 WIB
Washington - Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengecam keras laporan komite House of Representatives AS belum lama ini mengenai kemampuan nuklir Iran. Menurut badan pengawas nuklir PBB tersebut, laporan AS itu "berlebihan dan tidak jujur."Dalam suratnya, IAEA memprotes intelijen AS karena mengklaim Iran saat ini tengah memperkaya uranium ke tingkat senjata. Padahal menurut IAEA, Iran masih jauh dari kemampuan seperti itu. Demikian seperti diberitakan CNN, Jumat (15/9/2006).Dalam surat itu juga dibantah laporan AS yang keliru menyebutkan bahwa Ketua IAEA Mohamed ElBaradei telah mencopot seorang pemeriksa nuklir senior dari tim investigasi program nuklir Iran. Pencopotan itu dikarenakan dia menyimpulkan tujuan program nuklir Iran adalah untuk membuat senjata.Padahal kenyataannya, pemeriksa itu diganti atas permintaan pemerintah Iran yang memang punya hak untuk meminta penggantian tim sesuai perjanjian dengan IAEA. Ditegaskan IAEA, laporan AS tersebut "tidak benar dan menyesatkan."Surat protes IAEA itu langsung ditanggapi oleh Mike Rogers, seorang republikan yang duduk di komite intelijen kongres AS yang menyiapkan laporan soal nuklir Iran tersebut. Menurutnya, pandangan komite sangat jelas."Dikatakan bahwa kami tidak yakin mereka telah mencapai titik tersebut. Namun inti dari semuanya adalah mereka sedang berupaya memperkaya uranium ke tingkat senjata," dalih Rogers.Iran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai yakni sebagai pembangkit energi. Namun AS dan Eropa menuding Iran diam-diam berusaha mengembangkan senjata atom lewat aktivitas nuklirnya.
(ita/nrl)











































