2.000 Hektar Lahan dan Hutan di Riau Kembali Terbakar

2.000 Hektar Lahan dan Hutan di Riau Kembali Terbakar

- detikNews
Kamis, 14 Sep 2006 17:24 WIB
Pekanbaru - Langit Riau masih diselimuti asap dari aktivitas pembakaran lahan untuk membuka perkebunan sawit atau karet. Saat ini kobaran api terjadi di perbatasan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan Indragiri Hulu (Inhu) Riau yang menghanguskan kawasan lahan dan hutan seluas 2.000 hektar. Demikian disampaikan Kepala Seksi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Lukman, kepada detikcom, Kamis (13/9/2006) di Pekanbaru. Dia menyebutkan, sejak Rabu kemarin hingga hari ini, kobaran api terjadi di Dusun Teluk Bagus Kecamatan Tempuling, Kabupaten Inhil, yang berbatasan langsung dengan Inhu. "Kobaran api ini membakar kawasan lahan semak belukar, perkebunan kelapa sawit milik masyarakat. Api juga merembet ke kawasan hutan. Kita perkirakan paling sedikit kawasan yang terbakar itu mencapai 2.000 hektar," kata Lukman. Untuk memadamkan kobaran api di lokasi tersebut, menurut Lukman, kini pihaknya telah menurunkan tim pemadam kebakaran dari Manggala Agni Riau sebanyak 35 orang. Tim ini masih dibantu dari pemadam kebakaran Pemkab Inhil sebanyak 10 orang. "Api memang sulit dipadamkan karena kawasan yang terbakar merupakan lahan kering. Namun demikian kita tetap berusaha semaksimal mungkin agar kebakaran ini tidak semakin meluas," kata Lukman. Pantuan detikcom di Pekanbaru, mulai pagi hingga pukul 15.00 WIB, terik matahari terbendung kabut asap sehingga kota Pekanbaru tampak seperti mendung. Sedangkan aktivitas masyarakat sendiri masih berjalan normal. Tidak pula terlihat masyarakat yang menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumahnya. Termasuk juga arus lintas udara di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) Pekanbaru tidak terjadi ganguan berarti. Menurut Petugas OIC Bandara SSK, Jakri, yang ditemui detikcom, menyebutkan bahwa hari ini jarak pandang terbatas di bawah 2 km. Kondisi ini lebih parah dibandingkan hari sebelumnya dengan jarak pandang 3 km. "Walau jarak pandang terbatas 2 km, namun aktivitas di Bandara kita masih berjalan normal. Belum ada ganguan berarti,"katanya. (nrl/)


Berita Terkait