HCB = Hasilnya Ceroboh Banget
Kamis, 14 Sep 2006 14:41 WIB
Jakarta - Menurut Kadishub DKI Jakarta, Nurachman, berjubelnya antrean penumpang busway disebabkan karena kurangnya armada. Namun di mata Cahyo Wibowo, hal itu disumbang salah desain "terminal" Harmoni Central Busway (HCB) koridor I-III.Berikut hasil pengamatan Cahyo Wibowo pada detikcom lewat surat elektronik, Kamis (14/9/2006):Saya pengguna busway dari Pulogadung-Harmoni-Kota. Sejak dioperasikan HCB, pada jam sibuk ternyata kondisinya lebih parah dibandingkan menggunakan Halte Monas. Terjadinya antrean yang luar biasa ini sepertinya tidak pernah dievaluasi. Seharusnya dalam 1 minggu beroperasi sudah lebih dari cukup untuk mendapatkan masukan dari penggunaan HCB.Kenapa terjadi antrean? Bukan semata-mata karena kurangnya armada bus, tetapi lebih banyak disebabkan oleh faktor desain dan operasional:1. Lajur penurunan penumpang harus dibuat memanjang sehingga bus dari segala arah tidak akan antre hanya untuk menurunkan penumpang, lajur penurunan dibuat lebar 2 meter dan dibagi 2, di tengahnya dibuat pagar terputus setinggi 80 cm untuk pengaman, lajur dibuat sepanjang halte ditambah sekitar 30 meter sebelum halte induk, sehingga untuk menurunkan penumpang saat bersamaan akan bisa dilakukan. Seluruh penumpang yang sudah turun masuk ke dalam halte untuk naik ke jalur masing-masing, jalur antrean dibuat pagar agar antrean tertib dan mobilitas penumpang tidak terganggu oleh antrean.2. Jalur HCB-Kota hanya untuk menaikkan penumpang.3. Lajur penurunan penumpang dari arah Kota-HCB juga dibuat memanjang.Dengan dibuat lajur penurunan penumpang yang panjang maka mobilitas bus akan lebih cepat saat akan menaikkan penumpang karena tidak harus antre menuju pintu penurunan. Lajur penurunan harus terpisah dengan lajur naiknya penumpang.Selain itu, pada lampu merah dari arah Pecenongan-Kalideres, bus pada posisi lajur yang sama untuk 2 jurusan. Apabila terjadi lampu merah, salah satu bus yang berbeda jurusan di belakangnya tidak akan bisa bergerak, demikian seterusnya hingga lampu hijau berikutnya menyala.Lajur tersebut harus dibuat 2 lajur, 1 kanan untuk arah Harmoni, 1 kiri untuk arah Kalideres. Sehingga apabila terjadi lampu merah maka bus akan menyesuaikan lampu merah, bukan menyesuaikan bus di depanya.Dan masih banyak lagi potensi yang menjadikan lambat, tapi coba dulu saran ini karena akan banya manfaatnya bagi jutaan orang. Demikian semoga saran saya ini bermanfaat dan akan menjadi HCB = Hasilnya Cakep Banget. Bila kurang jelas bisa hubungi saya.Sedangkan Firdaus menulis:Membaca pernyataan Kepala Dinas Perhubungan DKI bahwa penambahan armada busway untuk mengatasi antrean penumpang yang penuh di halte. Menurut hemat kami, persoalan antre penumpang di halte terutama di Harmoni Central Busway (HCB), Blok M dan Stasiun Kota, lebih disebabkan oleh sebagian besar sopir dan petugas pengatur (timer) yang tidak disiplin terhadap manajemen trafik. Seringkali sopir menyalip atau mengejar bus yang ada di depannya sehingga menimbulkan antrean panjang di halte tersebut.Kemudian sebagian timer juga terkesan menahan bus di halte tidak sesuai jadwal yang ditetapkan yaitu 2 menit untuk setiap bus yang lewat. Itu pun terkadang beberapa bus dibiarkan lewat saat penumpang sudah penuh di halte.Jadi persoalannya terletak pada mental sopir dan timer yang harus dibenahi supaya mereka tetap disiplin, dan semua bus wajib menurunkan/menaikkan penumpang di setiap halte tanpa terkecuali, sehingga tidak ada penumpang yang berjubel dan antre di halte tertentu disebutkan tadi. Foto:HCB pada 7 September 2006, sebelum diresmikan Gubernur Sutiyoso (Indra Shalihin)
(nrl/)











































