Arya Bima: Impor Beras Akibat Tekanan IMF

Arya Bima: Impor Beras Akibat Tekanan IMF

- detikNews
Kamis, 14 Sep 2006 06:45 WIB
Jakarta - Pemerintah memutuskan untuk melakukan impor beras senilai 210 ribu ton. Padahal tahun ini Indonesia sedang mengalami surplus beras. Pemerintah dinilai melakukan tindakan ini karena intervensi IMF."Ini dilakukan karena tekanan IMF dari konsep pasar bebas, pemerintah mengalami ketergantungan terhadap IMF untuk melakukan liberalisasi perdagangan," kata anggota Komisi VI DPR Arya Bima, saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Kamis (14/9/2006).Menurutnya, seharusnya pemerintah melakukan langkah guna melindungi dan menyelamatkan petani dari ketidakpastian harga dalam menjual beras. "Pemerintah tidak mau melakukan proteksi, seharusnya kita berdaulat beras dan memaksimalkan revitaslisasi beras," tutur politisi PDIP ini.Fraksinya pun mengambil tindakan untuk melakukan interpelasi sebagai hak konstitusi anggota DPR dan dia optimistis bahwa para bupati, gubernur dan para wakil rakyat dari lintas fraksi mendukung langkah ini."Sasaran kita untuk menghentikan ritual tahunan impor beras. Gerakan kita ini bukan gerakan politik tapi suatu langkah untuk menegakkan kedaulatan rakyat," tandas Arya.Sebanyak 27 anggota FPDIP meneken usul hak interpelasi impor beras 210 ribu ton yang akan dilakukan pemerintah. Surat pengajuan usul tersebut telah disampaikan kepada Wakil Ketua DPR RI Zaenal Ma'arif pada Rabu 13 September.Mereka beralasan selain bertentangan dengan putusan Komisi IV yang meminta pengadaan beras dilakukan di dalam negeri, kondisi pertanian juga sedang menggembirakan. Petani sedang panen dan diperkirakan akan surplus. (ndr/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads