PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) meminta kontraktor memperbaiki halte Bundaran HI yang sempat mengalami kebocoran. TransJakarta (TransJ) mengatakan halte tersebut masih dalam proses revitalisasi sehingga masih menjadi tanggung jawab kontraktor.
"Jadi haltenya itu kan sebagian masih dalam proses, masih dalam tanggung jawab kontraktor. Jadi saat ini sedang melakukan perbaikan, pembenahan sehingga nanti pada saat sudah diserahterimakan kepada TransJakarta itu benar-benar bisa kita maksimalkan untuk pelayanan publik," kata Direktur Utama TransJakarta Welfizon Yuza kepada wartawan, Selasa (16/5/2023).
Selain ada laporan kebocoran, Welfizon menyampaikan proses revitalisasi halte ikonik itu belum sepenuhnya tuntas. Kontraktor tengah membangun akses masuk Stasiun MRT dari dalam halte Bundaran HI.
Serah Terima Ditarget Juni
TransJakarta sendiri menargetkan serah-terima halte bisa dilakukan akhir bulan mendatang. Tak hanya halte Bundaran HI, halte-halte ikonik lainnya yang baru direvitalisasi bakal diserahterimakan dalam waktu dekat.
"Yang dalam waktu dekat yang di HI itu kita akan segera integrasi ke bawah dulu tuh ke MRT itu nanti yang akan segera dikerjakan. Sekarang belum kan, sekarang kan masih ditutup. Nah itu sekarang mungkin dalam bulan inilah kita bisa bereskan itu sehingga nanti dari halte Bundaran HI bisa langsung ke stasiun," terangnya.
Sebelumnya, atap halte bus TransJakarta di kawasan Bundaran dilaporkan mengalami kebocoran. Dinas Perhubungan DKI Jakarta meminta pengelola segera memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak.
Kejadian atap halte bus bocor itu viral di media sosial. Dilihat melalui rekaman video viral pada Rabu (10/5), terlihat rembesan air menggenangi lantai satu halte. Tampak kondisi saat itu hujan lebat melanda sekitar kawasan.
Beberapa ember pun ditempatkan di dalam halte untuk menampung air hujan yang jatuh. Tak hanya lantai satu, air hujan juga menggenangi lantai dua halte.
Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.
Simak juga Video: TransJ Bakal Tambah Armada Bus Pink untuk Cegah Kekerasan Seksual
(taa/jbr)