Aliansi Buruh Menggugat Ancam Mogok Nasional
Minggu, 10 Sep 2006 16:05 WIB
Jakarta - Aliansi Buruh Menggugat (ABM) mengancam aksi mogok nasional bila pemerintah tidak menaikkan upah layak nasional dan tidak mencabut sistem kerja kontrak maupun outsourching.Ancaman ini disampaikan oleh Koordinator ABM Anwar Ma'ruf dalam orasinya saat berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu (10/9/2006).Ratusan buruh itu menggelar aksi di depan Istana Merdeka sejak pukul 14.00 WIB setelah sebelumnya berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Aksi ini dijaga sekitar 3 kompi personel polisi dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat.Dalam orasinya, Anwar mengatakan, ABM meminta agar pemerintah segera membuat standar upah layak nasional sebelum melakukan revisi UU Ketenagakerjaan. ABM juga menolak sistem kerja kontrak maupun outsourching.ABM menyesalkan isi pidato Presiden SBY pada 16 Agustus lalu yang memberikan kebebasan kepada pemodal asing untuk berinvestasi di Indonesia tanpa memperdulikan kepentingan rakyat."Makanya upah dibayar murah dengan sistem kontrak dan outsourching," seru Anwar.Selain itu ABM meminta pemerintah menghapuskan utang luar negeri. "Kalau SBY dan Kalla tidak merespons tentang upah layak nasional dan sistem kerja kontrak maupun outsourching kita akan mogok nasional seperti beberapa waktu lalu. Kalau kemarin itu hanya peringatan," tandasnya.Sekitar pukul 15.45 WIB setelah mendengarkan orasi dari perwakilan berbagai daerah, para buruh akhirnya membubarkan dari. Namun sebelumnya, para buruh sempat membagikan selebaran kepada pengguna jalan di sepanjang jalan yang mereka lalui.
(san/djo)











































