Sumur Kering, Warga Palembang Terpaksa Membeli Air
Sabtu, 09 Sep 2006 21:32 WIB
Palembang - Selama dua bulan musim kemarau, masyarakat Palembang selain merasakan dampak kabut asap juga mengalami kekeringan. Sumur yang menjadi sumber air bersih sehari-hari menjadi kering, begitu juga sumber air dari anak sungai. Mereka pun terpaksa menggunakan air rawa yang keruh dan berbau.Seperti yang dirasakan warga Kampung Sukadamai, Kelurahan Sukarami, Palembang."Jangankan air bersih, mengambil air keruh dan berbau ini saja kami harus berjalan jauh ke dalam hutan," kata Ismet, warga RT 1, RW 1, Sukarami, kepada detikcom, Sabtu (9/9/2006).Air keruh yang dimaksud adalah air dari kolam rawa-rawa yang terletak sekitar 2 kilometer dari pemukiman mereka. Air itu selain keruh juga berbau tak sedap. "Ya, terpaksa, sebab pipa PAM belum masuk ke sini," imbuhnya.Sementara buat air minum, warga di kampung itu terpaksa membeli air PAM yakni seharga Rp 1.000 per jerigen ukuran 5 liter."Ini semacam kondisi tahunan. Ya, kami berharap pemerintah segera membuat pipa PAM ke kampung kami," harap Ismet. Hal yang sama dialami warga Palembang yang menetap di Sekojo, Kenten, Plaju, Gandus, sudah sebulan ini sumurnya mengalami kekeringan."Sudah sebulan lalu sumur kami kering. Kalau minum, ya, seperti dulu, beli," kata Nurul, warga Gandus.Satu jerigen Rp 10 RibuSementara itu harga air bersih di kawasan pesisir Sumatra Selatan yakni di Sungsang, Banyuasin, harga air bersih saat ini mencapai meroket menjadi Rp 10 ribu untuk satu jerigen yang berisi lima liter air."Kalau hidup di tempat kami lebih mahal air bersih dibandingkan bensin," kata Kandar, warga Sungsang yang menarik speedboat.Lantaran di Sungsang mengalami kekeringan, dan air yang tersedia juga banyak mengandung garam, masyarakat di sana terpaksa membeli air bersih yang dibawa dari Palembang ."Pokoknya sulit nian, kalau nekat ya menyuling air rawa yang pekat dan berkarat. Kami sih setiap hari hanya cari uang buat minum bukan makan," kata Kandar yang ditemui di Pelabuhan perahu di Benteng Kuto Besak.
(bal/)











































