Badai Landa Merapi, Rumah Mbah Marijan Penuh Debu

Badai Landa Merapi, Rumah Mbah Marijan Penuh Debu

- detikNews
Sabtu, 09 Sep 2006 13:05 WIB
Yogyakarta - Angin kencang atau badai melanda kawasan lereng selatan Gunung Merapi. Akibatnya kawasan Kinahrejo, kawasan kediaman Mbah Marijan, penuh debu dan pasir Merapi.Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun aliran listrik di sekitar Dusun Kaliadem Desa Kepuharjo dan Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan sempat putus. Hingga pukul 12.00 WIB aliran listrik di sekitar lereng selatan Merapi masih padam.Salah seorang anggota tim SAR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sammer, menuturkan, angin terjadi pertama kali sekitar pukul 06.00 - 08.30 WIB disertai suara gemuruh seperti deru pesawat yang sedang terbang rendah. Sekitar pukul 10.30 WIB angin kencang muncul lagi dan baru mereda sekitar satu jam kemudian pada pukul 11.30 WIB. Badai bertiup dari timur wilayah Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, kemudian menyapu ke arah barat menuju Dusun Kalitengah Lor dan Kalitengah Kidul, Desa Glagaharjo. Setelah itu badai menuju wilayah DesaKepuharjo dan Dusun Kinahrejo, rumah juru Kunci Merapi, Mbah Marijan. Selanjutnya badai bergerak ke arah barat melewati sebelah utara kawasan wisata Kaliurang, Dusun Turgo, Desa Hargobinangun hingga Dusun Tunggularum, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi Sleman."Tidak ada korban jiwa, tapi kemungkinan ada pohon yang tumbang sehingga memutuskan aliran listrik. Antena repeater frekuensi tim Satlak PBA Sleman saat ini juga mati sehingga tidak bisa kontak satu sama lain," katanya. Saat terjadi badai, warga sekitar Kinahrejo, Kaliadem, Petung, panik dan lari masuk ke dalam rumah karena angin kencang membawa material debu pekat disertai pasir. Karena angin bertiup sangat kencang, warga menutup pintu rumah dan halaman dipenuhi pasir. "Halaman rumah Simbah (sebutan Mbah Marijan-red) dan tetangga sekitar juga penuh pasir dan gelap penuh debu beterbangan. Kita belum tahu pasir itu darimana, apa pasir itu dari atas sekitar Kendhit dan Puncak Merapi atau dari bawah kawasan Bebeng Kaliadem," katanya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads