Temui SBY, SB Tawarkan Duet Kader PAN - Mallarangeng
Jumat, 08 Sep 2006 16:05 WIB
Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir (SB) menawarkan tiga kader PAN untuk berduet dengan Juru Bicara Presiden SBY, Andi Mallarangeng, dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2007. Saat bertemu Presiden SBY, SB menyinggung mengenai kemungkinan duet ini. Tiga kader PAN yang ditawarkan SB adalah Dradjat Wibowo, Didik Rachbini, dan mantan Pangdam Jaya Mayjen (Purn) Slamet Kirbiantoro. Tentang Faisal Basri, SB menilai, mantan sekjen DPP PAN itu sudah keluar jalur PAN, sehingga tidak masuk dalam kader PAN yang dicalonkan. Pernyataan SB ini disampaikan kepada wartawan seusai bertemu Presiden SBY di Istana Merdeka, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (8/9/2006). Berikut wawancara SB dengan wartawan selengkapnya: Apa yang Anda bicarakan dengan SBY?Saya membicarakan (pemilihan) gubernur-gubernur di beberapa tempat. Kalau usul gubernur, presiden mengatakan bahwa saya ini presidennya rakyat, bukan presidennya Partai Demokrat, tidak akan berpihak kepada calon-calon Gubernur. Kader PAN Dradjat Wibowo, Didik Rachbini, Mantan Pangdam Jaya, Mayjen Slamet Kirbiantoro dicalonkan sebagai gubernur DKI berpasangan dengan Andi Mallarangeng. Coba Didik Rachbini dipasangkan dengan Andi Mallarangeng dan diusung Partai Demokrat. Minggu malam lalu, para pemimpin partai diundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Cikeas.Mallarangeng menjadi calon PAN?Saya bilang kenapa yang muda-muda tidak menjadi gubernur atau calon gubernur, saya memasarkan dan menyosialisasikan 3 kader PAN itu dan nanti saya lihat pollingnya. Ini laku tidak, Dradjat laku tidak. Dradjat kan laku untuk wartawan saja. Wartawan kan sedikit sekali. Andi bilang, saya terserah presiden mau dipindahkan ke mana. Artinya kan sebenarnya Andi mau juga. Memang presiden bilang tidak akan dukung-mendukung gubernur. Faisal Basri kan dari PAN? Dia sudah keluar dari imaman, nanti kalau kembali ke jalan yang benar, kita usulkan lagi. Bisa saja kombinasi dengan partai lain, kita bisa gubernur atau wakil gubernur, misalnya Fauzi Bowo dengan Dradjat, atau Adang Daradjatun dengan ini, kadang-kadang pasangan mana yang laku di polling. PAN ngesetnya gimana?Kita lihat hasil polling di masyarakat, kira-kira calon kita ini layak atau laku tidak. Tiga kader itu kan kaliber nasional. PAN tidak mengunggulkan satu atas lain, tergantung pilihan rakyat, tergantung yang lebih laku di polling. Di PAN itu demokratis sekali.
(asy/)











































