PBNU: Kemiskinan Bisa Picu Kekerasan dan Konflik Antarumat
Senin, 04 Sep 2006 16:02 WIB
Jakarta - Kemiskinan bukan hanya sekadar masalah, tapi juga memicu masalah lain. Sebab banyak kasus menunjukkan kemiskinan bisa memicu lahirnya kekerasan yang berakibat pada konflik antraumat beragama.Demikian disampaikan Ketua PBNU Rozy Munir dalam jumpa pers tentang sosialisasi deklarasi ke-8 Kyoto-World Conference on Religion and Peace Assembly (WCRP) yang memilih Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi sebagai salah satu presiden, di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (4/9/2006)."Kemiskinan itu membuat orang susah. Akhirnya gampang marah, gampang tersulut menjadi kekerasan yang bisa memicu munculnya konflik agama," kata Rozy.Menurut dia perlu diciptakan silaturahmi para pemimpin agama karena di Indonesia umat biasanya mengikuti pemimpinnya. "Kalau pemimpin tidak bersatu, umatnya juga tidak bersatu lagi," ujar dia.Ditambah Rozy Munir, hukum juga harus adil untuk semua pihak sebab Indonesia adalah negara yang plural sehingga hukumnya juga harus plural."Contohnya Ahmadiyah dan Lia Eden. Kami tidak membenarkan keyakinan mereka. Tapi kami juga tidak mendukung kekerasan kepada mereka. Jangan karena beda keyakinan lantas dihajar dan disikat," tandasnya.Dalam pandangan Rozy, hukum di Indonesia saat ini masih belum mendukung pluralisme.
(san/)











































