Longsor di Karanganyar, Petani Bawang Gigit Jari
Selasa, 29 Agu 2006 13:03 WIB
Karanganyar - Tidak ada angin tidak ada hujan, musibah longsor menimpa warga Dusun Tasin, Desa Beruk, Jatiyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Beruntung tidak ada rumah yang hancur dan korban jiwa. Tapi ladang bawang milik warga amblas tergerus longsoran tersebut.Longsor terjadi pada pukul 08.00 WIB Senin 28 Agustus. Lokasi longsor adalah tebing setinggi 100 meter yang jaraknya hanya 15 meter di atas pemukiman penduduk yang terletak di lereng Gunung Lawu tersebut.Di atas tebing tersebut adalah ladang bawang yang baru berumur 3 bulan. Rencananya bawang senilai jutaan rupiah itu akan dipanen satu bulan lagi. Namun dengan peristiwa ini dipastikan panen gagal dilaksanakan.Dua jam sebelum peristiwa terjadi, penduduk pemilik ladang bawang sempat melihat adanya retakan di ladang mereka yang posisinya lebih tinggi dari rumah mereka.Meski tidak ada korban jiwa dan rumah yang hancur, reruntuhan tanah menutupi jalan dan jembatan yang menghubungkan Dusun Tasin dengan Disin Pondok dan Pengkok.Di kedua dusun itu terdapat 120 KK yang saat ini terisolir, karena jalan yang tertutup tersebut merupakan satu-satunya jalan yang menuju ke Dusun Tasin. Sehingga warga dan anak-anak sekolah terpaksa harus memutar lewat jalan setapak yang biasa dilalui menuju sawah dan ladang mereka. Jaraknya sekitar 4 km.Sementara di Dusun Tasin ada 77 KK atau 212 jiwa. Seluruh warga sejak Senin siang sudah diungsikan ke masjid kampung yang agak jauh dari tebing. Sebagian besar lainnya diungsikan ke posko pengungsi di Dusun Ngantirejo yang lebih jauh dari tebing.Hingga pukul 11.00 WIB, Selasa (29/8/2006) warga masih gotong royong mengalirkan air sungai yang masih tersumbat. Warga khawatir air sungai yang tersumbat ini akan menimbulkan longsor yang lebih besar lagi.
(umi/)











































