Ada Menteri Bayar Rp 600 Juta untuk Doktor

Ada Menteri Bayar Rp 600 Juta untuk Doktor

- detikNews
Jumat, 25 Agu 2006 22:00 WIB
Yogyakarta - Meski dibantah ada kelas eksekutif dengan biaya Rp 600 juta oleh Direktur Pascasarjana UGM Prof Dr Irwan Abdullah, namun ternyata ada menteri pernah mengantre untuk program Doktor ini. Siapa ya? Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, mahasiswa S3 Antar-bidang yang berasal dari kalangan eksekutif dan diduga telah membayar hingga Rp 600 juta lewat jasa makelar cukup banyak. Salah satunya seperti Menteri Negara BUMN Sugiharto dengan nomor mahasiswa 05/1863/PS.Ada lagi Dirut PT Pusri Zainal Soedjais bernomor mahasiswa 05/1846/PS), Direktur BCA I Dewa Gde Suthapa dengan nomor 05/1847/PS, Direktur Bisnis II PNM Abdul Salam bernomor 05/1848/PS), Direktur PNM Aries Muftie nomor 05/1849/PS. Selain itu, tercatat pula nomor 05/1850/PS atas nama Direktur PT Telkom Setyanto P. Santosa, Dirut Garuda Indonesia Abdul Gani nomor 05/1851/PS, dan Presdir PT Krakatau Steel Sutrisno Sastroredjo dengan nomor mahasis 05/1852/PS).Prof Dr Gunawan Sumodiningrat, dosen Fakultas Ekonomi UGM yang juga Dirjen Pemberdayaan Sosial pada Departemen Sosial tidak membantah sering menjadi fasilitator antara UGM dengan calon mahasiswa yang akan ikut program S3. Dia juga memberikan rekomendasi maupun mencari promotor."Saya ini alumnus UGM dan dosen di UGM, apa salahnya ikut membantu merekomendasikan. Tapi harus sesuai prosedur yang ditetapkan oleh UGM," kata Gunawan. Namun biaya Rp 600 juta, imbuh Gunawan sangatlah murah. "Kalau jadi doktor cukup bayar Rp 600 juta, para dirut pasti banyak yang mau meski harus membayar Rp 1 miliar," ujar Gunawan.Namun Gunawan enggan merinci detil biaya Rp 600 juta itu pada program Doktor ini. Bahkan biaya itu diperkirakan bisa saja lebih dari Rp 600 juta.Sebelumnya, Direktur Sekolah Pasca Sarjana (SPS) UGM, Prof Dr Irwan Abdullah membantah bila UGM menyelenggarakan program S3 Antar-bidang untuk kelas eksekutif dengan biaya hingga Rp 600 juta per mahasiswa. Kasus itu, menurut Irwan, sengaja dihembuskan oleh pihak tertentu untuk menjatuhkan pendidikan di UGM. (wiq/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads